Lampung, Ruangpena.com – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Provinsi Lampung melaporkan kinerja perekonomian daerah tetap tumbuh positif pada Triwulan I 2026, ditopang oleh peningkatan konsumsi dan investasi.
Kepala KPW BI Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan kinerja yang solid dan berada di posisi strategis di wilayah Sumatera.
“Secara spasial, kinerja perekonomian Lampung berada pada peringkat kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 10,18 persen terhadap pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Bimo dalam kegiatan Bincang Media di Auditorium Lt. 4, KPwBI Lampung, Rabu (6/5/2026).
Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Pertumbuhan
Pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I 2026 tercatat sekitar 5,52 persen (year on year/yoy), didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.
Momentum hari besar keagamaan nasional seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri menjadi faktor utama yang mendorong konsumsi masyarakat. Selain itu, realisasi belanja pemerintah, termasuk penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), turut memperkuat daya beli.
Di sisi lain, investasi juga mengalami peningkatan, baik dari proyek strategis nasional maupun investasi swasta. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Lampung tetap terjaga.
“Peningkatan investasi menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Bimo.
Ekspor Melambat, Perlu Diversifikasi
Meski demikian, BI mencatat adanya perlambatan pada sektor ekspor. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya kinerja komoditas unggulan seperti batu bara serta beberapa produk nonmigas seperti besi dan baja.
Kondisi ini menjadi perhatian untuk mendorong diversifikasi ekspor agar ketergantungan terhadap komoditas tertentu dapat dikurangi.
Inflasi Terkendali, Prospek Tetap Terjaga
Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi di Lampung juga dinilai tetap terkendali. Stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Ke depan, BI Lampung memproyeksikan ekonomi daerah tetap tumbuh positif dengan dukungan berbagai sektor, termasuk penguatan UMKM, investasi, serta pengembangan ekonomi syariah.
Perkuat Ekonomi Syariah Lewat LaSEF 2026
Sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi, BI Lampung juga menggelar Lampung Sharia Economic Festival 2026 yang menjadi rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Sumatera.
Melalui kegiatan tersebut, BI mendorong pengembangan UMKM halal, peningkatan literasi keuangan syariah, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha.
“Dengan sinergi berbagai pihak, kami optimistis ekonomi Lampung akan terus tumbuh kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Bimo.
Penulis : Yudi Pratama













