Ekonomi Lampung Tumbuh Positif di Triwulan I 2026, BI Optimistis Prospek Tetap Terjaga

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia mencatat ekonomi Lampung tumbuh positif pada Triwulan I 2026. (Dok. Yudi Pratama)

Bank Indonesia mencatat ekonomi Lampung tumbuh positif pada Triwulan I 2026. (Dok. Yudi Pratama)


Lampung, Ruangpena.com – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Provinsi Lampung melaporkan kinerja perekonomian daerah tetap tumbuh positif pada Triwulan I 2026, ditopang oleh peningkatan konsumsi dan investasi.

Kepala KPW BI Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan kinerja yang solid dan berada di posisi strategis di wilayah Sumatera.

“Secara spasial, kinerja perekonomian Lampung berada pada peringkat kedua di Sumatera dengan kontribusi sekitar 10,18 persen terhadap pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Bimo dalam kegiatan Bincang Media di Auditorium Lt. 4, KPwBI Lampung, Rabu (6/5/2026).

Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Pertumbuhan

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I 2026 tercatat sekitar 5,52 persen (year on year/yoy), didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Momentum hari besar keagamaan nasional seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri menjadi faktor utama yang mendorong konsumsi masyarakat. Selain itu, realisasi belanja pemerintah, termasuk penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), turut memperkuat daya beli.

Baca Juga :  KAFE Unila Luncurkan Lampung Policy Forum, Dorong Kebijakan Publik Berbasis Riset

Di sisi lain, investasi juga mengalami peningkatan, baik dari proyek strategis nasional maupun investasi swasta. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Lampung tetap terjaga.

“Peningkatan investasi menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Bimo.

Ekspor Melambat, Perlu Diversifikasi

Meski demikian, BI mencatat adanya perlambatan pada sektor ekspor. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya kinerja komoditas unggulan seperti batu bara serta beberapa produk nonmigas seperti besi dan baja.

Kondisi ini menjadi perhatian untuk mendorong diversifikasi ekspor agar ketergantungan terhadap komoditas tertentu dapat dikurangi.

Baca Juga :  Media Siber Lampung Bersatu! SMSI, JMSI, dan AMSI Bentuk Sekretariat Bersama

Inflasi Terkendali, Prospek Tetap Terjaga

Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi di Lampung juga dinilai tetap terkendali. Stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Ke depan, BI Lampung memproyeksikan ekonomi daerah tetap tumbuh positif dengan dukungan berbagai sektor, termasuk penguatan UMKM, investasi, serta pengembangan ekonomi syariah.

Perkuat Ekonomi Syariah Lewat LaSEF 2026

Sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi, BI Lampung juga menggelar Lampung Sharia Economic Festival 2026 yang menjadi rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Sumatera.

Melalui kegiatan tersebut, BI mendorong pengembangan UMKM halal, peningkatan literasi keuangan syariah, serta perluasan akses pasar bagi pelaku usaha.

“Dengan sinergi berbagai pihak, kami optimistis ekonomi Lampung akan terus tumbuh kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Bimo.

Penulis : Yudi Pratama

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BI Lampung Resmi Buka LaSEF 2026, Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal di Lampung
KOMAL Soroti Mangkraknya GOR Pengganti Saburai, Desak Audit Proyek Rp6 Miliar di PKOR Way Halim
BI Lampung Gelar LaSEF 2026 di Lampung City Mall, Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM Halal
Praperadilan Dikabulkan PN Kota Agung, Status Tersangka Heldawati dan Arma Suri Dinyatakan Tidak Sah
Zona Integritas BKD Lampung Dicanangkan, Digitalisasi Jadi Kunci Reformasi Birokrasi
Inflasi Lampung Meningkat di April 2026, Cabai dan Minyak Goreng Dominasi Kenaikan Harga
Program Koperasi Desa Merah Putih di Tanggamus Disorot, Dugaan Jual Beli Proyek hingga Pemotongan Dana
OJK Bengkulu dan IWO Perkuat Literasi Keuangan di Lebong, Tangkal Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:06 WIB

BI Lampung Resmi Buka LaSEF 2026, Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal di Lampung

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:04 WIB

KOMAL Soroti Mangkraknya GOR Pengganti Saburai, Desak Audit Proyek Rp6 Miliar di PKOR Way Halim

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:53 WIB

BI Lampung Gelar LaSEF 2026 di Lampung City Mall, Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM Halal

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:40 WIB

Ekonomi Lampung Tumbuh Positif di Triwulan I 2026, BI Optimistis Prospek Tetap Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:50 WIB

Praperadilan Dikabulkan PN Kota Agung, Status Tersangka Heldawati dan Arma Suri Dinyatakan Tidak Sah

Berita Terbaru