Inflasi Lampung Meningkat di April 2026, Cabai dan Minyak Goreng Dominasi Kenaikan Harga

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. ISTIMEWA

Dok. ISTIMEWA


Lampung, Ruangpena.com — Inflasi di Provinsi Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 0,55 persen secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,19 persen (mtm). Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi April dalam tiga tahun terakhir yang sebesar 0,44 persen (mtm).

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), secara tahunan inflasi Lampung tercatat sebesar 0,53 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,42 persen (yoy).

Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Kenaikan inflasi pada April 2026 terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sejumlah komoditas memberikan andil signifikan terhadap inflasi, antara lain:

  • Minyak goreng: 0,09%
  • Ikan nila: 0,04%
  • Sigaret kretek mesin: 0,03%
  • Beras: 0,03%
  • Cabai merah: 0,03%

Kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi meningkatnya biaya produksi kemasan akibat lonjakan harga plastik yang dipicu konflik geopolitik global di Timur Tengah. Sementara itu, harga ikan nila naik seiring meningkatnya permintaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Adapun kenaikan harga beras dan cabai merah disebabkan berakhirnya masa panen raya serta terbatasnya produksi akibat penundaan masa tanam. Di sisi lain, kenaikan harga rokok jenis sigaret kretek mesin dipicu oleh naiknya harga tembakau serta biaya distribusi, termasuk dampak penyesuaian tarif tol ruas Bakauheni–Terbanggi Besar.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Perkuat Peran Pesantren Cetak SDM Unggul dan Berkarakter

Tekanan Inflasi Tertahan Sejumlah Komoditas

Meski demikian, laju inflasi tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas. Cabai rawit dan daging ayam ras masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,06 persen dan -0,02 persen (mtm), didukung oleh meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Kabupaten Pringsewu dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut mendorong turunnya harga emas perhiasan dengan andil -0,03 persen (mtm).

Proyeksi Inflasi Tetap Terkendali

Ke depan, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung memprakirakan inflasi tetap berada dalam kisaran target nasional sebesar 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Namun, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan upah minimum serta potensi kenaikan harga emas global. Sementara dari sisi volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi serta potensi kekeringan dan fenomena El Nino lemah pada semester II 2026.

Baca Juga :  Diduga Bermasalah, Pengadaan Alat Laboratorium Rp400 Juta di Pemprov Lampung Disorot

Adapun dari sisi administered prices, risiko dipengaruhi potensi kenaikan harga BBM global serta dampak lanjutan kenaikan tarif tol terhadap biaya transportasi dan harga rokok.

Strategi 4K Pengendalian Inflasi

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yaitu:

1. Keterjangkauan Harga

  • Operasi pasar beras/SPHP secara terarah
  • Monitoring harga dan pasokan komoditas strategis

2. Ketersediaan Pasokan

  • Perluasan Toko Pengendalian Inflasi
  • Penguatan kerja sama antar daerah
  • Percepatan program swasembada pangan
  • Penguatan data pasokan

3. Kelancaran Distribusi

  • Antisipasi kenaikan biaya logistik
  • Perbaikan infrastruktur distribusi
  • Optimalisasi Mobil TOP dan subsidi ongkos angkut

4. Komunikasi Efektif

  • Rapat koordinasi rutin TPID
  • Penguatan komunikasi publik
  • Integrasi sistem informasi pangan
  • Pemanfaatan media digital

Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi di tengah tekanan global dan domestik, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BI Lampung Kick Off SIGER Fest 2026, Luncurkan QRIS TAP di SMART BRT ITERA untuk Perkuat Ekonomi Digital
Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Negara pada 2025, Pendapatan Tumbuh 9 Persen
DPP Apklindo Lampung dan MCMI Perkuat Sinergi, Gelar Bersih-Bersih Masjid Peringati HUT Apklindo ke-41
Mufakat Agung BPBR Desak Negara Beri Hak Kelola Hutan Adat, Masyarakat Tak Ingin Terus Jadi Penonton di Tanah Sendiri
Masyarakat Ogan di Lampung Bentuk PAOI, H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum
Jalan Umum Dijadikan Arena Drag Race, Warga Pertanyakan Legalitas hingga Keselamatan Pengguna Jalan
Diduga Masih Layani Pengecoran BBM Subsidi, SPBU di Bandar Lampung Jadi Sorotan Warga
Ardho Sebut UMKM dan Ekonomi Kerakyatan Jadi Kunci Kekuatan Indonesia Hadapi Krisis Dunia
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:06 WIB

BI Lampung Kick Off SIGER Fest 2026, Luncurkan QRIS TAP di SMART BRT ITERA untuk Perkuat Ekonomi Digital

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:29 WIB

Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Negara pada 2025, Pendapatan Tumbuh 9 Persen

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:10 WIB

Mufakat Agung BPBR Desak Negara Beri Hak Kelola Hutan Adat, Masyarakat Tak Ingin Terus Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:42 WIB

Masyarakat Ogan di Lampung Bentuk PAOI, H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:13 WIB

Jalan Umum Dijadikan Arena Drag Race, Warga Pertanyakan Legalitas hingga Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru