Lampung Selatan, Ruangpena.com – Pemerintah terus memperkuat upaya percepatan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni melalui sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang digelar di Aula Parona, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Maruarar Sirait selaku Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI meluncurkan skema baru Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan tenor hingga 40 tahun.
Kebijakan itu dirancang untuk menurunkan beban cicilan masyarakat agar semakin terjangkau. Pemerintah menargetkan besaran cicilan rumah subsidi berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per bulan.
“Program ini bukan sekadar pembangunan rumah, tetapi membuka kesempatan nyata bagi masyarakat pekerja untuk memiliki aset sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.
Lampung Dapat Alokasi 10 Ribu Rumah Subsidi
Pada kesempatan yang sama, Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung memperoleh alokasi sekitar 10 ribu unit rumah subsidi siap bangun.
Menurut gubernur, program tersebut menjadi “jalur ekspres” kepemilikan rumah bagi masyarakat pekerja di daerah sekaligus mendorong pengembangan kawasan permukiman yang lebih tertata, sehat, dan terjangkau.
Ia menilai program perumahan subsidi tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat penerima, tetapi juga berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program ini akan menggerakkan sektor konstruksi serta memunculkan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi lainnya,” katanya.
Target Nasional 3 Juta Rumah
Selain memperpanjang tenor kredit hingga 40 tahun, pemerintah juga meningkatkan kuota rumah subsidi nasional menjadi 350 ribu unit pada 2026.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengejar target pembangunan 3 juta rumah secara nasional.
Program pembiayaan ini melibatkan sejumlah lembaga keuangan nasional seperti Bank Tabungan Negara, BP Tapera, Permodalan Nasional Madani, dan Sarana Multigriya Finansial.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional sekaligus menggerakkan sektor konstruksi, membuka lapangan kerja baru, serta memberdayakan pelaku UMKM lokal.
Dihadiri Sejumlah Pejabat Nasional
Kegiatan tersebut turut dihadiri Amalia Adininggar Widyasanti, Bupati Lampung Selatan Egy Pratama, anggota DPR RI Mukhlis Basri, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan lembaga pembiayaan nasional.
Pemerintah optimistis melalui skema pembiayaan baru dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, target pembangunan 3 juta rumah nasional dapat terealisasi dan menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.













