Bitcoin Anjlok 17,9%, Transaksi Kripto RI Justru Tembus Rp28,58 Triliun

Kamis, 13 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) di aplikasi FLOQ

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC) di aplikasi FLOQ

Jakarta, Ruangpena.com – Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto nasional mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, melonjak 24,20% dibandingkan transaksi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar Rp23,01 triliun.

Kenaikan transaksi tersebut terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah akun konsumen aset keuangan digital. Hingga Juni 2026, jumlah akun mencapai 22,69 juta, meningkat 1,32% secara bulanan dari 22,40 juta akun pada Mei 2026.

Pertumbuhan aktivitas perdagangan juga berlangsung di tengah tingginya volatilitas pasar kripto global. Data Bitcoin Monthly Report menunjukkan harga Bitcoin turun 17,9% sepanjang Juni 2026, dari sekitar US$71.440 pada awal periode menjadi US$58.646 pada akhir bulan.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya pergerakan harga Bitcoin sepanjang Juni dan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong meningkatnya aktivitas jual-beli di pasar kripto.

Volatilitas harga yang tinggi biasanya membuat pelaku pasar lebih aktif menyesuaikan posisi, baik untuk merespons peluang kenaikan maupun mengelola risiko ketika harga bergerak turun.

Dengan demikian, lonjakan nilai transaksi pada Juni tidak hanya mencerminkan bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga tingginya aktivitas investor dalam menghadapi dinamika pasar.

Volatilitas Bitcoin Dorong Aktivitas Perdagangan

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai peningkatan transaksi kripto pada Juni menunjukkan bahwa pasar aset digital Indonesia semakin aktif. Menurutnya, salah satu faktor yang ikut mendorong tingginya aktivitas perdagangan adalah pergerakan harga Bitcoin yang cukup volatil sepanjang bulan tersebut.

“Kenaikan transaksi kripto hingga Rp28,58 triliun menunjukkan bahwa aktivitas pasar aset digital di Indonesia semakin tinggi. Jika melihat pergerakan Bitcoin sepanjang Juni yang cukup volatil, kondisi tersebut juga dapat mendorong investor untuk lebih aktif melakukan penyesuaian posisi dan memanfaatkan pergerakan pasar. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital tetap kuat, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis,” kata Yudho.

Menurut Yudho, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diimbangi dengan semakin mudahnya akses terhadap layanan aset digital, sekaligus edukasi yang memadai agar masyarakat dapat memahami risiko volatilitas pasar.

Baca Juga :  Bittime Raih Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK

“Volatilitas merupakan bagian dari karakteristik pasar aset kripto. Karena itu, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diikuti dengan akses yang mudah, keamanan, edukasi, dan pemahaman risiko yang memadai. Dengan fondasi tersebut, pertumbuhan industri dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Jumlah Investor Kripto Tembus 22,69 Juta

Pertumbuhan transaksi pada Juni juga berjalan seiring dengan peningkatan jumlah akun konsumen aset keuangan digital. OJK mencatat jumlah akun mencapai 22,69 juta pada Juni, naik dari 22,40 juta pada bulan sebelumnya.

Angka tersebut melanjutkan tren pertumbuhan industri yang sebelumnya tercatat dalam data OJK per Mei 2026. Pada periode tersebut, jumlah investor kripto Indonesia telah mencapai 22,4 juta dengan nilai transaksi bulanan sebesar Rp23,01 triliun.

Pertumbuhan jumlah pengguna dan aktivitas transaksi menunjukkan bahwa aset kripto semakin mendapatkan tempat dalam ekosistem keuangan digital Indonesia.

Selain transaksi aset kripto, nilai transaksi derivatif aset keuangan digital juga mengalami peningkatan. OJK mencatat transaksi derivatif mencapai Rp4,19 triliun pada Juni 2026, naik 3,64% dibandingkan Rp4,04 triliun pada Mei.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Adi Budiarso, menilai pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital masih terjaga.

“Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto Indonesia, masih terjaga dengan baik,” ujar Adi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK pada 4 Agustus 2026.

Akses Investasi Semakin Mudah

Pertumbuhan jumlah investor dan transaksi juga mendorong pelaku industri untuk memperluas akses terhadap aset digital.

FLOQ, sebagai platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi OJK, terus mengembangkan kemudahan bagi masyarakat untuk masuk ke ekosistem kripto. Salah satunya melalui fasilitas deposit menggunakan Virtual Account (VA) BCA, BRI, dan Nobu Bank.

Baca Juga :  Harga Emas (XAUUSD) Terancam Lanjut Turun? Dupoin Futures Ungkap Level Kunci yang Wajib Dipantau

Pengguna dapat melakukan deposit mulai dari Rp10.000 dan membeli aset kripto mulai dari Rp1.000. Kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya FLOQ untuk menurunkan hambatan awal bagi masyarakat yang ingin mengakses aset digital.

“Kami melihat pertumbuhan investor kripto di Indonesia masih memiliki ruang yang sangat besar. Semakin mudah masyarakat mengakses ekosistem kripto melalui jalur yang mereka gunakan sehari-hari, semakin besar pula peluang adopsi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, kami menghadirkan opsi deposit melalui BCA, BRI, dan Nobu Bank agar proses memulai investasi menjadi lebih praktis dan nyaman bagi pengguna,” kata Yudho.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, dengan total unduhan aplikasi mencapai lebih dari 2 juta kali. Platform ini juga mendukung perdagangan lebih dari 100 aset digital.

FLOQ juga terus mendorong peningkatan literasi aset digital melalui FLOQ Academy, yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Tentang FLOQ
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif.

FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.

Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Editor : VRITIMES

Berita Terkait

Prodia Raih SBBI Award, Tegaskan Komitmen Hadirkan Layanan Kesehatan Berkualitas
Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di Bursa Efek Indonesia
Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Riset, Inovasi, dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech
Semarak HUT ke-81 RI, BRI BO Krekot Percantik Kantor dengan Dekorasi Bernuansa Merah Putih
Rayakan HUT ke-81 Indonesia: Panduan Long Weekend dan Destinasi Pilihan
Tren Bersepeda Terus Tumbuh, Pengiriman Sepeda KAI Logistik Meningkat 30 Persen
Landmark Baru Hadir di Chayamachi, Umeda, Osaka! “Alpen OSAKA”, Toko Unggulan Olahraga Bebas Pajak Terbesar di Jepang Bagian Barat, Resmi Dibuka
Semarak HUT ke-81 RI, BRI BO Kelapa Gading Percantik Kantor dengan Nuansa Merah Putih
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:29

Prodia Raih SBBI Award, Tegaskan Komitmen Hadirkan Layanan Kesehatan Berkualitas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:35

Bitcoin Anjlok 17,9%, Transaksi Kripto RI Justru Tembus Rp28,58 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:37

Syailendra Capital Luncurkan Reksa Dana ETF Emas Syariah di Bursa Efek Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:28

Indonesia dan IIT Madras Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Riset, Inovasi, dan Komersialisasi Teknologi Deep-Tech

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:20

Semarak HUT ke-81 RI, BRI BO Krekot Percantik Kantor dengan Dekorasi Bernuansa Merah Putih

Berita Terbaru