Lampung Selatan, Ruangpena.com – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri (SMAN) 1 Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, resmi berakhir pada Jumat (17/7/2026). Setelah lima hari mengikuti berbagai materi pembentukan karakter, pengenalan budaya sekolah, hingga penguatan literasi digital, ratusan siswa baru disuguhi penampilan spektakuler dari 13 ekstrakurikuler yang menjadi penutup rangkaian kegiatan.
Suasana penutupan berlangsung meriah. Lapangan sekolah dipenuhi sorak dan tepuk tangan ketika para anggota ekstrakurikuler bergantian menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Bagi siswa baru, penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi kesempatan untuk mengenal berbagai organisasi yang dapat menjadi wadah mengembangkan bakat, minat, kepemimpinan, hingga prestasi selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Tanjungsari.
Sebanyak 13 ekstrakurikuler tampil dalam demonstrasi tersebut, yakni OSIS dan MPK, Karya Ilmiah Remaja (KIR), Majalah Dinding (Mading), Pramuka, Paskibra, Palang Merah Remaja (PMR), Information Technology (IT), Futsal, Bola Voli, Seni Tari, Seni Musik, Taekwondo, serta Rohani Islam (Rohis).
Setiap ekstrakurikuler menampilkan ciri khasnya masing-masing. Aksi disiplin Paskibra, ketangkasan Taekwondo, kreativitas seni tari dan musik, hingga inovasi dari ekstrakurikuler IT dan KIR berhasil mencuri perhatian para peserta MPLS. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang luas bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungsari, Mei Linawati, S.Pd., M.M., mengatakan penutupan MPLS menjadi momentum awal bagi siswa baru untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menentukan arah pengembangan diri melalui berbagai kegiatan positif.
“Melalui penutupan MPLS yang edukatif dan humanis ini, SMAN 1 Tanjungsari berharap seluruh siswa baru siap melebur ke dalam ekosistem sekolah dan memulai masa persekolahan dengan semangat akademik yang tinggi,” ujar Mei Linawati, saat dihubungi Redaksi Ruangpena.com, Jumat, (17/7/2026) melalui telepon pribadinya.
Ia menjelaskan, selama lima hari pelaksanaan MPLS, siswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, serta fasilitas pendidikan. Mereka juga mendapatkan pembekalan mengenai pendidikan karakter, kedisiplinan, etika bermedia sosial, jejak digital, budaya belajar, serta pentingnya membangun sikap saling menghormati di lingkungan sekolah.
Menurutnya, konsep MPLS yang diterapkan tahun ini bertujuan menciptakan pengalaman pertama di sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan. Dengan pendekatan yang lebih humanis, siswa diharapkan mampu membangun rasa percaya diri sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Tanjungsari.
Penampilan seluruh ekstrakurikuler pada penutupan MPLS juga menjadi ajakan terbuka kepada siswa baru untuk aktif berorganisasi. Sekolah meyakini, prestasi tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman berorganisasi, kepemimpinan, olahraga, seni, penelitian, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Berakhirnya MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 menandai dimulainya perjalanan baru bagi peserta didik di SMAN 1 Tanjungsari. Dengan bekal pengenalan lingkungan sekolah serta berbagai pilihan kegiatan pengembangan diri, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Penulis : Yudi Pratama
Editor : Redaksi














Komentar
Silakan login untuk berkomentar.