Pesawaran, Ruangpena.com – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melalui Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan memberikan edukasi kepada Kelompok Tani (Poktan) Suka Tani di Desa Pesawaran Indah, Kabupaten Pesawaran, Lampung, terkait pengelolaan tanaman kakao untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan materi utama berupa sarungisasi, pemangkasan, dan pemupukan tanaman kakao.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polinela dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi budidaya kepada petani, khususnya dalam menghadapi serangan penyakit yang dapat menurunkan produksi tanaman kakao.
Tim PkM Polinela terdiri dari Adryade Reshi Gusta, S.P., M.Si., Ir. Made Same, M.P., Dr. Soleha, Eka Wahyuningsih, S.P., M.Si., Ir. Albertus Sudirman, M.P., serta dua mahasiswa yang turut terlibat dalam kegiatan penyuluhan.
Polinela Ajarkan Teknik Sarungisasi Kakao
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah teknik sarungisasi buah kakao. Teknik ini dilakukan dengan membungkus buah kakao yang masih muda, umumnya berusia sekitar 1–2 bulan, menggunakan kantong plastik.
Sarungisasi merupakan salah satu metode pengendalian secara mekanis yang dapat membantu melindungi buah dari serangan Penggerek Buah Kakao (PBK), Helopeltis sp., serta mengurangi risiko serangan penyakit busuk buah.

Metode tersebut menjadi alternatif bagi petani untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman tanpa sepenuhnya bergantung pada penggunaan pestisida. Selain membantu melindungi buah, penerapan sarungisasi juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas biji kakao yang dihasilkan.
Selain sarungisasi, petani juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya pemangkasan dan pemupukan sebagai bagian dari pemeliharaan tanaman kakao.
“Kami melihat antusias dari Kelompok Tani ini, harapannya dapat meningkatkan produksi kakao di Pesawaran, khususnya Desa Pesawaran Indah,” kata Adryade.
Pemangkasan dan Pemupukan Disiapkan untuk Musim Hujan
Dalam kegiatan tersebut, penerapan pemangkasan dan pemupukan akan diarahkan pada musim hujan. Kedua tindakan tersebut dinilai penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman serta mendukung produktivitas tanaman kakao.
Pemangkasan dilakukan untuk membantu mengatur pertumbuhan tajuk tanaman sehingga kondisi kebun menjadi lebih terkontrol. Sementara pemupukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman agar pertumbuhan dan pembentukan buah dapat berlangsung secara optimal.
Melalui kegiatan PkM ini, Polinela berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh Poktan Suka Tani. Pendampingan dan penerapan teknik budidaya yang tepat diharapkan mampu menekan kerugian akibat serangan organisme pengganggu tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas kakao masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam memberikan solusi praktis bagi persoalan yang dihadapi petani di lapangan, khususnya dalam pengembangan komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Pesawaran.
Penulis : Ruangpena.com
Editor : Redaksi


















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.