Bandar Lampung, Ruangpena.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bandar Lampung tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Bandar Lampung bersama sejumlah pihak menyiapkan kegiatan “Semarak Merdeka Tunas Bangsa Gemilang” sebagai ruang edukasi sekaligus rekreasi bagi anak dan keluarga.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Navara City Park, Minggu (16/8/2026) mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, agenda ini melibatkan Komnas PA Kota Bandar Lampung, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung, Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Provinsi Lampung, Notis.co.id, dan Agatis.
Ketua Komnas PA Kota Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa mengatakan peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa.
Menurut Ahmad, anak tidak cukup hanya dilindungi dari kekerasan dan berbagai persoalan sosial, tetapi juga harus mendapatkan ruang untuk tumbuh, belajar, bermain, serta mengembangkan karakter di tengah perubahan zaman.
“Anak-anak adalah tunas bangsa. Mereka harus dijaga, dilindungi hak-haknya, sekaligus dipersiapkan agar mampu menghadapi tantangan masa depan,” kata Apri sapaan akrab Ketua Komnas PA Kota Bandar Lampung.
Pernyataan tersebut sejalan dengan perhatian Komnas PA Bandar Lampung terhadap berbagai persoalan anak. Sepanjang 2020 hingga akhir 2025, Komnas PA Kota Bandar Lampung mencatat 299 penanganan kasus anak, dengan persoalan pendidikan menjadi salah satu kategori tertinggi.
Parenting Jadi Bekal Hadapi Era Digital
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah talk show parenting bertajuk “Tunas Bangsa Gemilang di Era Digital.”
Menurut Apri, perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi anak. Karena itu, peran orang tua menjadi semakin penting dalam membangun komunikasi, pengawasan, dan pendampingan terhadap aktivitas anak di ruang digital.

Orang tua dinilai tidak cukup hanya memberikan larangan, tetapi perlu memahami lingkungan digital yang dihadapi anak agar dapat memberikan pendampingan secara tepat.
“Pendampingan keluarga menjadi sangat penting. Anak-anak sekarang tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Orang tua harus hadir dan memahami dunia mereka,” ujarnya.
Selain talk show, kegiatan juga diisi lomba mewarnai bertema kemerdekaan dengan biaya pendaftaran Rp50 ribu serta festival permainan tradisional.
Dorong Anak Tetap Kenal Permainan Tradisional
Festival permainan tradisional menjadi salah satu bagian yang dinilai penting karena memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi secara langsung, bekerja sama, dan mengenal kembali permainan yang menjadi bagian dari budaya Indonesia.
Apri mengatakan kegiatan seperti ini diharapkan dapat menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak sekaligus memperkuat hubungan antara anak, orang tua, dan lingkungan sosial.
Konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau lembaga perlindungan anak.
“Perlindungan anak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan anak itu sendiri,” kata Apri .
Komnas PA Bandar Lampung sendiri selama ini mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Melalui “Semarak Merdeka Tunas Bangsa Gemilang”, Apri berharap momentum HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menyiapkan generasi muda yang sehat, berkarakter, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan era digital.
“Kawal anak, kawal masa depan bangsa,” menjadi pesan utama yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Penulis : Yudi Pratama
Editor : Redaksi


















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.