Tulang Bawang Barat, Ruangpena.com – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendorong masyarakat memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan budidaya tanaman sehat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pemanfaatan Biosaka sebagai Elisitor Nabati untuk Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Budidaya Tanaman Sehat di Kabupaten Tulang Bawang Barat”.
Kegiatan berlangsung di Tiyuh Mulya Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri Sejahtera sebagai mitra sasaran.
Tim PKM Polinela diketuai Ir. Desty Aulia Putrantri, S.P., M.P., bersama anggota Ir. Mustika Adzania L., S.P., M.P., Reza Zulfahmi, S.P., M.Si., dan Hevia Purnama Sari, S.P., M.Si.
Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung melalui interaksi dengan masyarakat sekaligus penerapan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Polinela Kenalkan Biosaka kepada KWT
Program tersebut berangkat dari kebutuhan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk menghasilkan tanaman sehat sekaligus mendukung ketersediaan pangan keluarga.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Biosaka, bahan alami berbasis ekstrak tumbuhan yang diperkenalkan sebagai elisitor nabati untuk membantu merangsang respons fisiologis tanaman.
Ketua tim PKM Polinela, Desty Aulia Putrantri, mengatakan Biosaka memiliki potensi untuk diterapkan dalam budidaya tanaman rumah tangga maupun kegiatan kelompok tani karena bahan yang digunakan relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal Biosaka secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan dalam memilih bahan, membuat, dan mengaplikasikannya secara tepat pada tanaman,” jelas Desty.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi sederhana berbasis sumber daya lokal diharapkan dapat mendukung praktik budidaya tanaman yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, anggota KWT mendapatkan pengetahuan mengenai konsep budidaya tanaman sehat, fungsi elisitor bagi tanaman, pengenalan Biosaka, pemilihan bahan tumbuhan, teknik pembuatan, hingga cara aplikasinya.
Metode praktik langsung menjadi bagian utama kegiatan agar peserta dapat memahami setiap tahapan dan memiliki kemampuan untuk menerapkannya secara mandiri.
Pekarangan Jadi Sumber Pangan Keluarga
Pemanfaatan Biosaka dalam kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung optimalisasi lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Pekarangan yang dikelola secara produktif dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas pangan dan hortikultura. Langkah tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Melalui penerapan budidaya tanaman sehat, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan tanaman produktif dengan penggunaan input yang lebih efisien.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan keluarga yang tidak hanya mengejar hasil produksi, tetapi juga memperhatikan kesehatan tanaman dan keberlanjutan lingkungan.
KWT Didorong Jadi Penggerak Pertanian Lokal
Keterlibatan KWT Mandiri Sejahtera menjadi bagian penting dalam program pemberdayaan masyarakat. Kelompok wanita tani dinilai memiliki peran strategis dalam pengelolaan pekarangan, produksi pangan rumah tangga, diversifikasi konsumsi, hingga penyebarluasan inovasi pertanian kepada keluarga dan masyarakat.
Tim PKM Polinela berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan dan dikembangkan setelah program pengabdian selesai.
KWT Mandiri Sejahtera juga diharapkan dapat menjadi salah satu kelompok penggerak penerapan budidaya tanaman sehat berbasis sumber daya lokal di Tiyuh Mulya Kencana.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Polinela dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara perguruan tinggi dan kelompok masyarakat diharapkan mampu menghasilkan solusi aplikatif terhadap berbagai persoalan sektor pertanian dan pangan.
Melalui program tersebut, Polinela mendorong masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Pemanfaatan Biosaka dan optimalisasi lahan pekarangan diharapkan menjadi langkah sederhana dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat rumah tangga hingga masyarakat desa.
Penulis : Ruangpena.com
Editor : Redaksi


















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.