Polinela Kenalkan Teknologi Biopori kepada KWT Desa Sungai Langka, Dorong Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah Organik

Sabtu, 18 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengabdian Polinela melaksanakan kegiatan bertajuk "Implementasi Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah Organik pada Kelompok Wanita Tani Desa Sungai Langka, Pesawaran.

Tim Pengabdian Polinela melaksanakan kegiatan bertajuk "Implementasi Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah Organik pada Kelompok Wanita Tani Desa Sungai Langka, Pesawaran.


Pesawaran, Ruangpena.com – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen Polinela mengedukasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Usuma, Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran, mengenai penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai solusi konservasi air sekaligus pengelolaan sampah organik rumah tangga.

Kegiatan bertajuk “Implementasi Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah Organik pada Kelompok Wanita Tani Desa Sungai Langka, Pesawaran” ini dilaksanakan pada 18 Juli 2026 dan mendapat sambutan antusias dari para peserta.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna yang sederhana, murah, namun memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan sektor pertanian.

Biopori Jadi Solusi Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah

Ketua Tim Pengabdian Polinela, Ir. Sekar Dwi Rizki, S.T., M.T., menjelaskan bahwa lubang resapan biopori menjadi salah satu inovasi yang efektif untuk meningkatkan daya serap air ke dalam tanah sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos.

Menurutnya, teknologi ini sangat relevan diterapkan di Desa Sungai Langka yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah organik dan konservasi sumber daya air.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah organik. Dengan memanfaatkan lubang resapan biopori, masyarakat tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat berupa kompos yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman,” ujar Sekar.

Edukasi dan Praktik Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Baca Juga :  Dosen Polinela Bekali Siswa SMKN 9 Bandar Lampung Literasi Keuangan Digital dan Akuntansi, Siapkan Lulusan Siap Kerja

Dalam kegiatan tersebut, Sekar didampingi anggota tim pengabdian yang terdiri atas Martina Anggi Silova, Titi Ariyanti, Yeni, dan Resti Agustina.

Tim memberikan edukasi mengenai pentingnya konservasi air, pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga, serta manfaat teknologi biopori dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Tidak hanya penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori, mulai dari proses pengeboran tanah, pemasangan pipa biopori, hingga pengisian sampah organik sebagai media pengomposan alami.

Pendekatan praktik tersebut diharapkan mampu memudahkan masyarakat mengadopsi teknologi biopori secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Antusiasme KWT Bahas Permasalahan Lingkungan

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Anggota KWT Wijaya Usuma aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan lingkungan yang mereka hadapi, seperti genangan air saat musim hujan, pengelolaan sampah organik rumah tangga, hingga pemanfaatan kompos untuk meningkatkan produktivitas tanaman pekarangan.

Baca Juga :  BBWS Mesuji Sekampung Tinjau Sungai Way Kandis di Polinela, Perkuat Tata Kelola Lingkungan Kampus Berkelanjutan

Tim pengabdian menjelaskan bahwa lubang resapan biopori memiliki berbagai manfaat, antara lain meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, mengurangi risiko banjir dan erosi, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi volume sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain itu, proses penguraian sampah organik di dalam lubang biopori menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Dukung Pertanian Berkelanjutan di Pesawaran

Melalui program pengabdian ini, Polinela berharap anggota KWT Wijaya Usuma mampu menjadi pelopor penerapan teknologi konservasi lingkungan di tingkat desa.

Implementasi lubang resapan biopori diharapkan dapat direplikasi oleh masyarakat sekitar sehingga memberikan manfaat lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas lingkungan permukiman, pengurangan sampah organik, peningkatan kesuburan tanah, hingga mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Politeknik Negeri Lampung dalam mendukung pembangunan desa berbasis teknologi tepat guna serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan sumber daya air.

Penulis : Ruangpena.com

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polinela Bekali Siswa SMKN 4 Bandar Lampung Literasi Investasi Pasar Modal, Siapkan Generasi Melek Finansial di Era Digital
Dosen Polinela Bekali Siswa SMKN 9 Bandar Lampung Literasi Keuangan Digital dan Akuntansi, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Rakernas IndoCEISS 2026 Digelar di BINUS Malang, Bahas Strategi Penguatan Pendidikan Informatika
MPLS SMAN 1 Tanjungsari Ditutup Meriah, Demo 13 Ekstrakurikuler Jadi Panggung Bakat dan Awal Perjalanan Siswa Baru
MPLS SMAN 1 Tanjungsari Hadirkan Edukasi Etika Bermedia Sosial dan Jejak Digital, Siswa Antusias Ikuti Pembelajaran
PTPP Raih Proyek Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar, Perkuat Infrastruktur Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
Perkuat Pendidikan Karakter, Forbasi Lampung dan Disdikbud Siapkan PBB Masuk Lampung Student Olympic
Fakultas Psikologi Islam UIN RIL Jajaki Kerja Sama dengan Loka Rehabilitasi Narkotika Kalianda, Perkuat Riset dan Pendidikan Bidang NAPZA
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:18

Polinela Bekali Siswa SMKN 4 Bandar Lampung Literasi Investasi Pasar Modal, Siapkan Generasi Melek Finansial di Era Digital

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:20

Dosen Polinela Bekali Siswa SMKN 9 Bandar Lampung Literasi Keuangan Digital dan Akuntansi, Siapkan Lulusan Siap Kerja

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:39

Rakernas IndoCEISS 2026 Digelar di BINUS Malang, Bahas Strategi Penguatan Pendidikan Informatika

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:41

Polinela Kenalkan Teknologi Biopori kepada KWT Desa Sungai Langka, Dorong Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah Organik

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:29

MPLS SMAN 1 Tanjungsari Ditutup Meriah, Demo 13 Ekstrakurikuler Jadi Panggung Bakat dan Awal Perjalanan Siswa Baru

Berita Terbaru