Pesawaran, Ruangpena.com – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen Polinela mengedukasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Wijaya Usuma, Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran, mengenai penerapan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai solusi konservasi air sekaligus pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Kegiatan bertajuk “Implementasi Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah Organik pada Kelompok Wanita Tani Desa Sungai Langka, Pesawaran” ini dilaksanakan pada 18 Juli 2026 dan mendapat sambutan antusias dari para peserta.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna yang sederhana, murah, namun memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan sektor pertanian.
Biopori Jadi Solusi Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah
Ketua Tim Pengabdian Polinela, Ir. Sekar Dwi Rizki, S.T., M.T., menjelaskan bahwa lubang resapan biopori menjadi salah satu inovasi yang efektif untuk meningkatkan daya serap air ke dalam tanah sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos.
Menurutnya, teknologi ini sangat relevan diterapkan di Desa Sungai Langka yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah organik dan konservasi sumber daya air.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah organik. Dengan memanfaatkan lubang resapan biopori, masyarakat tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat berupa kompos yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman,” ujar Sekar.
Edukasi dan Praktik Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Dalam kegiatan tersebut, Sekar didampingi anggota tim pengabdian yang terdiri atas Martina Anggi Silova, Titi Ariyanti, Yeni, dan Resti Agustina.
Tim memberikan edukasi mengenai pentingnya konservasi air, pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga, serta manfaat teknologi biopori dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Tidak hanya penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori, mulai dari proses pengeboran tanah, pemasangan pipa biopori, hingga pengisian sampah organik sebagai media pengomposan alami.
Pendekatan praktik tersebut diharapkan mampu memudahkan masyarakat mengadopsi teknologi biopori secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Antusiasme KWT Bahas Permasalahan Lingkungan
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Anggota KWT Wijaya Usuma aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan lingkungan yang mereka hadapi, seperti genangan air saat musim hujan, pengelolaan sampah organik rumah tangga, hingga pemanfaatan kompos untuk meningkatkan produktivitas tanaman pekarangan.
Tim pengabdian menjelaskan bahwa lubang resapan biopori memiliki berbagai manfaat, antara lain meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, mengurangi risiko banjir dan erosi, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi volume sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Selain itu, proses penguraian sampah organik di dalam lubang biopori menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.
Dukung Pertanian Berkelanjutan di Pesawaran
Melalui program pengabdian ini, Polinela berharap anggota KWT Wijaya Usuma mampu menjadi pelopor penerapan teknologi konservasi lingkungan di tingkat desa.
Implementasi lubang resapan biopori diharapkan dapat direplikasi oleh masyarakat sekitar sehingga memberikan manfaat lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas lingkungan permukiman, pengurangan sampah organik, peningkatan kesuburan tanah, hingga mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Politeknik Negeri Lampung dalam mendukung pembangunan desa berbasis teknologi tepat guna serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan sumber daya air.
Penulis : Ruangpena.com
Editor : Redaksi














Komentar
Silakan login untuk berkomentar.