Lampung Selatan, Ruangpena.com – Kegiatan Peningkatan Kompetensi Jurnalistik dan Penulisan Berita Ekonomi yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung mendapat apresiasi dari sejumlah insan pers yang tergabung sebagai mitra Bank Indonesia. Program tersebut dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas wartawan, khususnya dalam memahami isu-isu ekonomi dan kebijakan moneter secara lebih komprehensif.
Kegiatan yang berlangsung di Grand Elty Krakatoa Resort, Kalianda, Lampung Selatan, menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang jurnalistik, salah satunya Abdul Manan dari Dewan Pers, yang menyampaikan materi mengenai profesionalisme jurnalistik, etika pers, serta teknik penulisan berita ekonomi yang akurat, berimbang, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Materi tersebut dinilai sangat penting mengingat pemberitaan ekonomi membutuhkan pemahaman yang baik agar informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman serta mampu meningkatkan literasi publik terhadap berbagai kebijakan ekonomi.
Sejumlah peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti pelatihan. Selain memperdalam teknik penulisan berita ekonomi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga independensi, akurasi, verifikasi data, serta penerapan Kode Etik Jurnalistik dalam setiap produk pemberitaan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara Bank Indonesia dan insan pers mengenai tantangan komunikasi publik di era digital. Melalui forum tersebut, wartawan dapat berdialog secara langsung dengan narasumber dan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai isu-isu ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah, mengatakan peningkatan kapasitas insan pers merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Bank Indonesia dan media dalam membangun komunikasi publik yang berkualitas, khususnya terkait isu-isu ekonomi.
“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara Bank Indonesia dengan masyarakat. Karena itu, kami berharap melalui kegiatan ini para jurnalis semakin memahami isu-isu ekonomi, kebijakan moneter, sistem pembayaran, serta berbagai program Bank Indonesia sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi lebih komprehensif, akurat, dan edukatif,” ujar Achmad. Jum’at (10/Juli/2025).
Menurutnya, tantangan komunikasi di era digital semakin kompleks sehingga diperlukan peningkatan kompetensi wartawan agar mampu menyajikan pemberitaan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berimbang, berbasis data, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami memandang media bukan sekadar mitra publikasi, tetapi mitra strategis dalam meningkatkan literasi ekonomi masyarakat. Sinergi yang telah terjalin selama ini diharapkan terus diperkuat sehingga mampu mendukung stabilitas ekonomi melalui penyampaian informasi yang kredibel dan berkualitas,” tambahnya.
Menanggapi adanya sorotan terkait lokasi penyelenggaraan kegiatan, sejumlah peserta berpendapat bahwa substansi kegiatan seharusnya menjadi fokus utama. Mereka menilai manfaat yang diperoleh dari pelatihan jauh lebih penting karena memberikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik ekonomi.
“Yang kami rasakan adalah manfaat dari materi yang disampaikan. Kesempatan belajar langsung dari narasumber Dewan Pers merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas pemberitaan, khususnya mengenai isu ekonomi yang sering kali membutuhkan pemahaman khusus,” ujar Aprohan Saputra dari salah Mitra Media Kpw BI Provinsi Lampung yang mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan peningkatan kompetensi seperti ini dinilai menjadi investasi sumber daya manusia bagi insan pers agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, edukatif, serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Melalui sinergi yang terus dibangun antara Bank Indonesia dan media massa, diharapkan kualitas pemberitaan ekonomi di Provinsi Lampung semakin baik sehingga mampu mendukung peningkatan literasi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat penyampaian informasi publik yang kredibel dan bertanggung jawab.














Komentar
Silakan login untuk berkomentar.