Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama ASEAN di Isu Hutan dan Perubahan Iklim

Kamis, 23 April 2026 - 01:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Jakarta, Ruangpena.com – Indonesia turut aktif menghadiri Pertemuan ke-22 Kelompok Kerja ASEAN tentang Hutan dan Perubahan Iklim (The 22nd ASEAN Working Group on Forest and Climate Change (AWG-FCC) Meeting), yang digelar secara virtual dengan Filipina sebagai tuan rumah, Selasa (21/04/2026).

Delegasi Indonesia selaku lead country dipimpin Kepala Pusat Pengembangan Mitigasi dan Adaptasi Bencana Hidrometeorologi Kehutanan, Sekretariat Jenderal Kementerian Kehutanan, Wening Sri Wulandari.

“Pertemuan ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat sinergi dan kemitraan antara negara-negara anggota ASEAN dan Sekretariat ASEAN, serta membuka jalan bagi inisiatif kolaborasi yang lebih luas. Kelompok Kerja ini juga diharapkan dapat lebih meningkatkan perannya di tingkat global, memajukan inisiatif bersama dan memperkuat kapasitas kolektif untuk mengatasi perubahan iklim dan pengelolaan hutan berkelanjutan dengan cara yang lebih terkoordinasi dan efektif,” ujar Wening, membuka sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wening menambahkan pentingnya peran hutan dalam mengatasi dampak perubahan iklim, sebagai penyerap emisi karbon sekaligus melindungi keanekaragaman hayati, memastikan keamanan air dan pangan, serta mendukung mata pencaharian bagi masyarakat secara luas.

Baca Juga :  Tinjau Huntap di Aceh Utara, Wamenko Polkam : Negara Hadir Bantu Rakyat Aceh terdampak Bencana

“Hutan yang sehat dan dikelola secara berkelanjutan membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan memperkuat kemampuan kita untuk beradaptasi dengan dampaknya, termasuk peristiwa cuaca ekstrem, kekurangan air, dan degradasi. Seiring dengan terus meningkatnya risiko iklim, peran hutan menjadi semakin penting untuk mitigasi dan adaptasi, serta untuk memperkuat ketahanan masyarakat,” lanjutnya.

Indonesia mempresentasikan update hasil COP 30 dan persiapan COP 31, serta selaku lead country, Indonesia menyampaikan konsep Rencana Aksi (Plan of Action/ POA) 2026–2030. POA merupakan dokumen strategis regional yang disusun untuk memandu kerja sama negara-negara anggota ASEAN dalam mengatasi perubahan iklim, yang disusun dengan mempertimbangkan hasil pelaksanaan POA 2021–2025 dan dokumen Food, Agriculture, and Forestry Sectoral Plan (FAFSP) 2026-2030.

Dalam pertemuan ini, setiap negara anggota ASEAN menyampaikan laporan kemajuan atas inisiatif nasional terkait hutan dan perubahan iklim. Dalam laporannya, Indonesia menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam memajukan komitmen nasional terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Baca Juga :  Menkomdigi Meutya Hafid: Peran Jurnalis Senior Kunci Jaga Kualitas di Era Digital

Indonesia juga menyampaikan rekomendasi kerja sama regional dalam kerangka AWG-FCC ke depan, antara lain penguatan kebijakan; kolaborasi dan penguatan kerja sama regional dalam isu keamanan dan keadilan iklim, dan adaptasi perubahan iklim; serta penguatan kapasitas termasuk dalam diplomasi iklim.

Agenda diakhiri dengan pemaparan program-program terkait hutan dan perubahan iklim yang dikembangkan oleh para mitra. Turut hadir sebagai Delegasi Indonesia, perwakilan Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri, Sekretariat Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, Pusbang Mitigasi – Kementerian Kehutanan dan Direktorat Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim – Kementerian Lingkungan Hidup. Pertemuan AWGFCC ke-23 akan digelar di Singapura pada tahun 2027 mendatang.

Penulis : Ristianto Pribadi

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Kementerian Kehutanan

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Penjaringan Data Guru Belum Bersertifikat 2026, Ini Jadwal dan Mekanismenya
Kemenkes Wajibkan Label “Nutri Level” pada Minuman Manis, Ini Aturannya
Meutya Hafid: Konektivitas Digital Harus Berdampak Nyata bagi Sekolah dan Puskesmas
Menkomdigi Meutya Hafid: Peran Jurnalis Senior Kunci Jaga Kualitas di Era Digital
Pertamina Pastikan Pasokan Energi Nasional Tetap Aman di Tengah Gejolak Global
Ombudsman RI Minta Maaf atas Kasus Ketua Hery Susanto, 8 Pimpinan Tegaskan Hormati Proses Hukum
Cagar Budaya di Ujung Risiko, Antara Warisan dan Ancaman Bencana
Menag Ajak ASN Kemenag Sambut WFH sebagai Transformasi Budaya Kerja Baru
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 12:52 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Penjaringan Data Guru Belum Bersertifikat 2026, Ini Jadwal dan Mekanismenya

Kamis, 23 April 2026 - 01:33 WIB

Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama ASEAN di Isu Hutan dan Perubahan Iklim

Selasa, 21 April 2026 - 13:35 WIB

Kemenkes Wajibkan Label “Nutri Level” pada Minuman Manis, Ini Aturannya

Minggu, 19 April 2026 - 00:04 WIB

Meutya Hafid: Konektivitas Digital Harus Berdampak Nyata bagi Sekolah dan Puskesmas

Sabtu, 18 April 2026 - 23:43 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid: Peran Jurnalis Senior Kunci Jaga Kualitas di Era Digital

Berita Terbaru