Lampung Timur, Ruangpena.com – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan produktivitas peternakan rakyat melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, Tim Pengabdian Polinela memberikan edukasi mengenai penguatan biosekuriti kandang kepada anggota Kelompok Ternak Maju Sejahtera di Desa Banarjoyo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peternak mengenai pentingnya penerapan biosekuriti sebagai langkah preventif dalam mencegah helminthiasis atau penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pada ternak ruminansia.
Kelompok Ternak Maju Sejahtera merupakan salah satu kelompok peternak rakyat yang bergerak di bidang peternakan ruminansia. Hingga saat ini, sebagian besar anggota kelompok masih menerapkan sistem pemeliharaan secara tradisional dengan manajemen kandang dan sanitasi lingkungan yang belum optimal. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit parasit yang berdampak pada penurunan produktivitas ternak.
Ketua Tim Pengabdian Polinela, drh. Vindo Rossy Pertiwi, M.Si., mengatakan bahwa edukasi mengenai biosekuriti kandang menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran peternak untuk menerapkan sistem pemeliharaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Vindo didampingi anggota tim yang terdiri atas Desi Maria Sinaga, S.Pt., M.Si., Ir. Novi Eka Wati, S.Pt., M.Pt., dan Eka Vury Rizki Rahayu, S.Pt., M.Sc. Turut terlibat pula dua mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Pakan Ternak Polinela, yakni M. Bonang Prabowo Mukti dan Ikhsanuddin.
Sebanyak 12 anggota Kelompok Ternak Maju Sejahtera mengikuti kegiatan yang berlangsung secara interaktif. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta, dilanjutkan penyampaian materi mengenai biosekuriti kandang, sesi diskusi, demonstrasi penerapan biosekuriti di lingkungan peternakan, hingga diakhiri dengan post test sebagai evaluasi hasil pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peternak aktif berdiskusi mengenai berbagai permasalahan kesehatan ternak yang selama ini mereka hadapi, khususnya berkaitan dengan penyakit parasit yang kerap menurunkan performa ternak.
Tim pengabdian menjelaskan bahwa penerapan biosekuriti kandang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup pengelolaan sanitasi, pengendalian lalu lintas manusia dan ternak, pengelolaan limbah, serta penerapan manajemen kesehatan yang baik untuk memutus siklus penyebaran penyakit.
Melalui program edukasi kolaboratif ini, Polinela berharap para peternak mampu menerapkan praktik pemeliharaan yang lebih modern sehingga risiko infeksi helminthiasis dapat ditekan secara signifikan.
Selain meningkatkan pengetahuan peternak, program ini juga diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.
Beberapa manfaat yang diharapkan dari kegiatan tersebut antara lain meningkatnya status kesehatan ternak yang berdampak pada kenaikan bobot badan dan produktivitas, menurunnya kasus helminthiasis pada ternak, meningkatnya kualitas manajemen pemeliharaan, serta bertambahnya pendapatan peternak melalui hasil produksi yang lebih optimal.
Program pengabdian ini juga sejalan dengan komitmen Politeknik Negeri Lampung dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Polinela berharap inovasi serta transfer ilmu pengetahuan dapat terus mendorong lahirnya peternakan rakyat yang sehat, produktif, dan mampu meningkatkan daya saing sektor peternakan di Provinsi Lampung.Lampung Timur – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan produktivitas peternakan rakyat melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, Tim Pengabdian Polinela memberikan edukasi mengenai penguatan biosekuriti kandang kepada anggota Kelompok Ternak Maju Sejahtera di Desa Banarjoyo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peternak mengenai pentingnya penerapan biosekuriti sebagai langkah preventif dalam mencegah helminthiasis atau penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pada ternak ruminansia.
Kelompok Ternak Maju Sejahtera merupakan salah satu kelompok peternak rakyat yang bergerak di bidang peternakan ruminansia. Hingga saat ini, sebagian besar anggota kelompok masih menerapkan sistem pemeliharaan secara tradisional dengan manajemen kandang dan sanitasi lingkungan yang belum optimal. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit parasit yang berdampak pada penurunan produktivitas ternak.
Ketua Tim Pengabdian Polinela, drh. Vindo Rossy Pertiwi, M.Si., mengatakan bahwa edukasi mengenai biosekuriti kandang menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran peternak untuk menerapkan sistem pemeliharaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Vindo didampingi anggota tim yang terdiri atas Desi Maria Sinaga, S.Pt., M.Si., Ir. Novi Eka Wati, S.Pt., M.Pt., dan Eka Vury Rizki Rahayu, S.Pt., M.Sc. Turut terlibat pula dua mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Pakan Ternak Polinela, yakni M. Bonang Prabowo Mukti dan Ikhsanuddin.
Sebanyak 12 anggota Kelompok Ternak Maju Sejahtera mengikuti kegiatan yang berlangsung secara interaktif. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta, dilanjutkan penyampaian materi mengenai biosekuriti kandang, sesi diskusi, demonstrasi penerapan biosekuriti di lingkungan peternakan, hingga diakhiri dengan post test sebagai evaluasi hasil pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peternak aktif berdiskusi mengenai berbagai permasalahan kesehatan ternak yang selama ini mereka hadapi, khususnya berkaitan dengan penyakit parasit yang kerap menurunkan performa ternak.
Tim pengabdian menjelaskan bahwa penerapan biosekuriti kandang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup pengelolaan sanitasi, pengendalian lalu lintas manusia dan ternak, pengelolaan limbah, serta penerapan manajemen kesehatan yang baik untuk memutus siklus penyebaran penyakit.
Melalui program edukasi kolaboratif ini, Polinela berharap para peternak mampu menerapkan praktik pemeliharaan yang lebih modern sehingga risiko infeksi helminthiasis dapat ditekan secara signifikan.
Selain meningkatkan pengetahuan peternak, program ini juga diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.
Beberapa manfaat yang diharapkan dari kegiatan tersebut antara lain meningkatnya status kesehatan ternak yang berdampak pada kenaikan bobot badan dan produktivitas, menurunnya kasus helminthiasis pada ternak, meningkatnya kualitas manajemen pemeliharaan, serta bertambahnya pendapatan peternak melalui hasil produksi yang lebih optimal.
Program pengabdian ini juga sejalan dengan komitmen Politeknik Negeri Lampung dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Polinela berharap inovasi serta transfer ilmu pengetahuan dapat terus mendorong lahirnya peternakan rakyat yang sehat, produktif, dan mampu meningkatkan daya saing sektor peternakan di Provinsi Lampung.














Komentar
Silakan login untuk berkomentar.