Semarang, Ruangpena.com – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Suharto, meresmikan Asrama Elnath di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang pada Senin (9/3). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas hunian sekaligus kualitas pembinaan taruna di lingkungan kampus pelayaran tersebut.
Dalam sambutannya, Suharto menegaskan bahwa asrama bukan sekadar tempat tinggal bagi para taruna, tetapi juga ruang pembinaan karakter. Menurutnya, kehidupan di asrama memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai humanisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari para taruna.
“Asrama bukan hanya ruang hunian, tetapi juga ruang pembinaan yang membentuk karakter taruna agar memiliki disiplin, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan,” ujarnya.
Asrama Elnath merupakan bangunan lima lantai dengan kapasitas hingga 600 taruna. Pembangunan fasilitas ini menggunakan sumber dana dari Saldo Awal Badan Layanan Umum (BLU) PIP Semarang. Suharto mengapresiasi langkah PIP Semarang yang dinilai mampu mengelola dana BLU secara strategis dan produktif.
Ia menyebut keberhasilan pembangunan asrama ini menunjukkan bahwa pengelolaan BLU tidak hanya bergantung pada fungsi struktural birokrasi, tetapi juga membutuhkan jiwa kewirausahaan dari para pengelolanya.
“Saya mengapresiasi Direktur PIP Semarang dan jajaran yang mampu mengelola BLU dengan semangat birokrat yang entrepreneur, sehingga melalui kemandirian BLU ini kita bisa melihat asrama yang sangat megah dan menunjang tata kelola pendidikan,” jelasnya.
Suharto juga menjelaskan filosofi nama “Elnath” yang diambil dari salah satu bintang dalam astronomi yang kerap dijadikan acuan navigasi oleh para pelaut untuk menentukan posisi kapal di tengah lautan. Menurutnya, filosofi tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa asrama ini dapat menjadi penunjuk arah, bimbingan, serta inspirasi bagi para taruna selama menjalani pendidikan.
Ia pun berpesan agar para taruna tidak hanya melihat kemegahan bangunan asrama, tetapi juga menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi.
“Asrama boleh megah, tetapi harapannya para taruna juga harus megah dalam berpikir, berinovasi, dan mencapai prestasi agar menjadi sumber daya manusia yang berguna bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PIP Semarang, Mafrisal, menyampaikan bahwa pembangunan asrama baru menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya jumlah taruna setiap tahun. Ia memaparkan bahwa pada tahun 2023 jumlah taruna yang tinggal di asrama mencapai 1.098 orang atau sekitar 68,8 persen dari kapasitas. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.354 orang atau 86 persen pada tahun 2024, dan kembali naik pada tahun 2025 menjadi 1.627 orang atau 102 persen dari kapasitas maksimal asrama yang hanya menampung 1.600 taruna.
“Revitalisasi dan pengembangan Asrama Elnath menjadi langkah strategis untuk menambah kapasitas hunian sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pembinaan yang lebih tertib, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.
Dengan adanya penambahan kapasitas melalui pembangunan Asrama Elnath, total daya tampung asrama PIP Semarang kini meningkat menjadi 2.004 taruna. Dengan demikian, tingkat okupansi pada tahun 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 79 persen.
Sebelumnya, Asrama Elnath merupakan Kompi B (Gienah) yang direvitalisasi melalui kegiatan pembangunan Gedung Peningkatan Layanan (Asrama B) dengan sumber dana dari penggunaan Saldo Awal BLU PIP Semarang Tahun 2025. Gedung ini memiliki luas bangunan 5.270 meter persegi yang berdiri di atas lahan berukuran 18,3 x 57,6 meter, terdiri dari lima lantai yang dirancang secara fungsional dan modern untuk menunjang kehidupan serta pembinaan taruna di lingkungan kampus pelayaran tersebut. (***)









