Bandar Lampung, Ruangpena.com – Aksi balap liar yang kerap terjadi di kawasan perbatasan Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan publik. Lokasi yang berada di dua jalur depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, tepatnya di Bundaran Tugu Perahu, disebut semakin meresahkan warga dan pengguna jalan.
Kawasan tersebut merupakan wilayah perbatasan antara Desa Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan dengan Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung. Aktivitas balap liar di lokasi itu disebut sering berlangsung pada sore hingga malam hari dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas.
Pantauan Media Ruangpena.com pada Sabtu (23/5/2026), sebuah unggahan di media sosial Facebook dari akun bernama “Aman Aman” viral setelah menampilkan video seorang pria mengalami luka-luka di bagian wajah diduga akibat tertabrak pelaku balap liar.
Dalam keterangannya, akun tersebut menuliskan bahwa korban merupakan orang tuanya yang menjadi korban tabrak lari saat melintas di kawasan Tugu Perahu.
“Hati-hati yang melintas di Tugu Perahu, orang tua saya ditabrak balap liar, orangnya kabur kemarin sore,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Unggahan itu sontak mendapat perhatian luas dari warganet dan dibanjiri berbagai komentar. Salah satu komentar datang dari akun Facebook bernama “Miswanto Wawan Nttu Saiia” yang mengaku sebagai anak dari salah satu pihak terkait kejadian tersebut.
Dalam komentarnya, ia menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya respons yang diterima saat mencoba meminta bantuan penanganan balap liar kepada aparat maupun pihak terkait.
“Maaf pak, saya selaku anaknya. Kemarin saya laporan ke desa minta dukungan, jawaban di desa kurang menyenangkan. Lalu ke Polsek Tanjung Bintang, jawabannya ke Polantas. Harus warga yang bubarkan,” tulisnya dalam kolom komentar unggahan tersebut.
Kondisi itu memicu keresahan masyarakat sekitar yang berharap adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian maupun pemerintah daerah untuk menertibkan aksi balap liar yang dinilai sudah membahayakan pengguna jalan.
Warga menilai kawasan dua jalur Tugu Perahu kerap dijadikan arena balapan karena kondisi jalan yang lurus dan minim pengawasan pada jam-jam tertentu.
Selain membahayakan pelaku, aksi balap liar juga dinilai mengancam keselamatan pengendara lain, terutama warga yang melintas pada sore hingga malam hari.
Masyarakat berharap aparat kepolisian, pemerintah desa, hingga instansi terkait dapat meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Penulis : Ruangpena.com
Editor : Redaksi













