Bandar Lampung, Ruangpena.com – Pesatnya perkembangan teknologi finansial (fintech) dan maraknya aplikasi investasi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi. Namun, di balik kemudahan tersebut juga tersimpan berbagai risiko, mulai dari investasi ilegal hingga minimnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.
Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar pelatihan literasi investasi pasar modal bagi siswa SMK Negeri (SMKN) 4 Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Literasi Investasi Pasar Modal bagi Siswa SMKN 4 Bandar Lampung di Era Ekonomi Digital” ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang investasi yang aman, legal, dan bertanggung jawab.
Puluhan siswa dari berbagai jurusan mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar pasar modal sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun membangun kemandirian finansial di masa depan.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Supri Yanto, A.Md., S.A.B., M.Si., mengatakan perkembangan teknologi membuat anak muda semakin dekat dengan berbagai platform investasi. Namun, kedekatan tersebut belum tentu diiringi dengan literasi keuangan yang memadai.
“Anak-anak muda saat ini sangat akrab dengan gawai dan aplikasi digital, termasuk aplikasi investasi. Namun, kedekatan dengan teknologi tidak serta-merta diikuti dengan pemahaman mengenai risiko, legalitas, dan cara kerja instrumen pasar modal. Karena itu, literasi investasi perlu diberikan sejak dini,” ujarnya.
Menurut Supri, siswa SMK memiliki peluang besar menjadi pelaku ekonomi produktif setelah lulus. Oleh karena itu, pengenalan terhadap instrumen investasi seperti saham, reksa dana, dan obligasi menjadi bekal penting agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.
Siswa Diperkenalkan Instrumen Pasar Modal
Dalam sesi materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai konsep dasar pasar modal, jenis-jenis instrumen investasi, hingga mekanisme transaksi melalui platform digital yang telah memiliki izin dan berada di bawah pengawasan otoritas terkait.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa yang sebagian besar belum memiliki latar belakang pendidikan ekonomi.
Anggota tim pengabdian, Putri Irmala Sari, S.A.B., M.Si., menekankan pentingnya kemampuan membedakan investasi legal dengan investasi bodong yang kini banyak dipromosikan melalui media sosial.
“Banyak kasus penipuan berkedok investasi yang menyasar anak muda karena iming-iming keuntungan instan. Melalui pelatihan ini, siswa diajak lebih kritis dan mampu mengenali ciri-ciri investasi resmi sebelum memutuskan menanamkan dana,” jelasnya.
Simulasi Investasi dan Edukasi Keuangan
Tak hanya penyampaian teori, kegiatan juga dilengkapi simulasi sederhana membaca pergerakan harga saham serta diskusi mengenai perencanaan keuangan pribadi.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar cara memulai investasi dengan modal terbatas, perbedaan menabung dan berinvestasi, hingga strategi mengelola keuangan sejak usia muda.
Riyan Maruly, S.T., M.Par., menjelaskan metode pembelajaran dibuat lebih interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi dan melakukan simulasi sederhana sehingga mereka memahami konsep investasi secara utuh, bukan sekadar mengenal istilah,” katanya.
Sementara itu, Nelly Suryani, S.E., M.AB., Ak., menilai literasi investasi merupakan bagian dari kemampuan mengelola keuangan yang harus mulai dibangun sejak masa sekolah.
“Jika kebiasaan mengelola keuangan dibangun sejak dini, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital ketika memasuki dunia kerja maupun berwirausaha,” ujarnya.
Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda
Pihak SMKN 4 Bandar Lampung mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Sekolah berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut melalui berbagai program edukasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim dosen Polinela berharap para siswa tidak hanya memahami dasar-dasar investasi pasar modal, tetapi juga mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata Politeknik Negeri Lampung dalam mendukung peningkatan indeks literasi keuangan nasional serta mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Pelatihan dilaksanakan oleh tim yang dipimpin Dr. Supri Yanto, A.Md., S.A.B., M.Si. bersama anggota Putri Irmala Sari, S.A.B., M.Si., Riyan Maruly, S.T., M.Par., dan Nelly Suryani, S.E., M.AB., Ak.
Penulis : Ruangpena.com
Editor : Redaksi














Komentar
Silakan login untuk berkomentar.