Padang, Ruangpena.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja melalui penyelenggaraan Rapat Safety Committee (SC) Perdana Bulan Juli 2026. Forum strategis ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sekaligus memastikan operasional kereta api berjalan secara aman, selamat, dan andal.
Rapat yang digelar pada Selasa (7/7/2026) di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor Divre II Sumbar, dipimpin langsung oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, serta dihadiri jajaran manajemen Divre II Sumbar, Tim Safety Committee Divre II Sumbar, dan Tim Keselamatan dari Kantor Pusat PT KAI.
Agenda tersebut menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program keselamatan, identifikasi berbagai potensi risiko operasional, serta penyusunan langkah-langkah mitigasi guna memperkuat sistem manajemen keselamatan di lingkungan KAI.
Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai fundamental yang harus menjadi budaya kerja seluruh insan KAI, bukan sekadar kewajiban untuk memenuhi regulasi.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus tertanam dalam setiap aktivitas kerja. Seluruh insan KAI Divre II Sumbar harus terus meningkatkan kinerja keselamatan dan berupaya mewujudkan zero accident secara berkelanjutan melalui disiplin, kepedulian, dan kepatuhan terhadap setiap prosedur kerja,” tegas Lutfi.
Dalam rapat tersebut, Tim Safety Committee memaparkan berbagai capaian implementasi program K3, hasil evaluasi kinerja keselamatan, tindak lanjut atas temuan di lapangan, hingga langkah-langkah pengendalian risiko yang telah maupun akan dilaksanakan.
Evaluasi tersebut menjadi acuan bagi setiap unit kerja untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya, memperkuat pengawasan operasional, serta memastikan seluruh prosedur keselamatan diterapkan secara konsisten di setiap lini pelayanan.
Selain pemaparan evaluasi, rapat juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Berbagai masukan dari peserta menjadi bagian penting dalam penyempurnaan sistem keselamatan sekaligus memperkuat koordinasi lintas unit kerja menghadapi tantangan operasional yang semakin dinamis.
Melalui forum ini, KAI Divre II Sumbar berharap tercipta sinergi yang semakin kuat dalam membangun budaya keselamatan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap standar operasional, tetapi juga tumbuh sebagai kesadaran bersama seluruh pekerja.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan pelaksanaan Safety Committee secara berkala merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip continuous improvement atau perbaikan berkelanjutan terhadap sistem manajemen keselamatan perusahaan.
Menurutnya, keselamatan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional kereta api sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik.
“Safety Committee bukan hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen seluruh insan KAI dalam menjadikan keselamatan sebagai budaya kerja. Keselamatan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api,” ujar Reza.
Ia menambahkan, KAI Divre II Sumbar akan terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan, penguatan komunikasi internal, serta pengawasan yang berkesinambungan agar setiap pekerja memiliki pemahaman yang sama terhadap pentingnya keselamatan kerja.
Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan sistem mitigasi risiko berbasis evaluasi berkala sehingga potensi gangguan operasional dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh pelanggan kereta api di Sumatera Barat.
“Melalui koordinasi yang kuat, komunikasi yang terbuka, dan komitmen bersama, kami optimistis budaya keselamatan di lingkungan KAI Divre II Sumbar akan semakin kokoh. Dengan demikian, kami dapat terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang selamat, aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat,” tutup Reza.
Pelaksanaan Safety Committee secara rutin menjadi salah satu instrumen penting bagi KAI Divre II Sumbar dalam memastikan setiap aspek operasional berjalan sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan. Dengan budaya keselamatan yang semakin kuat, perusahaan optimistis mampu mewujudkan target zero accident, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.














Komentar
Silakan login untuk berkomentar.