Tertekan Beban Hidup dan Masalah Hukum, Nur Aisyah Dirawat di Klinik, Berharap Perhatian Bupati Lampung Selatan

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nur Aisyah (40) saat menjalani perawatan di Klinik Bunda Tika, Desa Pemulihan, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (5/7/2026).  (Doc. Lilis)

Nur Aisyah (40) saat menjalani perawatan di Klinik Bunda Tika, Desa Pemulihan, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (5/7/2026). (Doc. Lilis)


Lampung Selatan, Ruangpena.com – Kondisi kesehatan Nur Aisyah (40), warga Desa Pemulihan, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan menurun hingga harus menjalani perawatan di klinik. Menurut pengakuannya, tekanan psikologis akibat suami dan anaknya yang sedang menjalani proses hukum dalam kasus dugaan pengeroyokan, ditambah duka kehilangan janin yang dikandungnya, membuat kondisi fisik dan mentalnya semakin memburuk.

Nur Aisyah menjalani perawatan di Klinik Bunda Tika, Desa Pemulihan, pada Minggu (5/7/2026). Ia mengaku mulai mengalami gangguan kesehatan sejak perkara yang menjerat suami dan anaknya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kalianda.

“Saya mulai merasakan sakit ini sejak kasus suami dibawa ke kejaksaan. Saya harus menjenguk suami dua kali dalam seminggu. Waktu itu saya sempat mengeluh kepada suami bahwa kepala saya sering berdenyut dan pusing, tetapi saya tetap berusaha bertahan dan berpikir harus kuat menjalani hidup sendirian tanpa mereka,” ujar Nur Aisyah.

Sakit Saat Bekerja di Sawah

Nur Aisyah menuturkan, pada hari itu dirinya tidak dapat menjenguk suami dan anaknya karena memilih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menyiapkan biaya kunjungan keesokan harinya.

Baca Juga :  Semarak Hari Kartini, Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjung Sari Ajak Siswa Teladani Semangat Emansipasi

Ia bekerja membersihkan rumput di area persawahan. Namun, saat berada di sawah, rasa pusing dan mual yang selama ini dirasakannya kembali muncul hingga akhirnya memaksanya menghentikan aktivitas.

“Saya berusaha mengabaikan rasa sakit saat di sawah, tetapi akhirnya tidak kuat menahan pusing dan mual. Saya pulang ke rumah adik yang paling dekat. Setelah minum air hangat saya mencoba pulang ke rumah sendiri, tetapi sesampainya di rumah malah semakin parah dan muntah-muntah. Akhirnya saya meminta tolong adik bungsu mengantarkan saya ke Klinik Bunda Tika,” tuturnya.

Mengaku Terbebani Kondisi Keluarga

Nur Aisyah mengaku saat ini harus menjalani kehidupan seorang diri setelah suami dan anaknya ditahan. Selain menghadapi persoalan ekonomi, ia juga harus membagi waktu untuk bekerja dan mengunjungi keluarganya yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kalianda.

Baca Juga :  Suami Terjerat Kasus Hukum, Warga Way Sulan Mengadu ke Bupati Lampung Selatan

Sebelumnya, Nur Aisyah juga menyampaikan bahwa dirinya mengalami tekanan psikologis akibat persoalan hukum yang dihadapi keluarganya. Ia bahkan mengaku kehilangan janin yang sedang dikandungnya setelah mengalami stres berkepanjangan. Pernyataan tersebut merupakan pengakuan dari Nur Aisyah dan belum disertai keterangan medis mengenai penyebab pasti kondisi tersebut.

Memohon Bantuan Bupati Lampung Selatan

Di tengah kondisi kesehatannya yang menurun, Nur Aisyah kembali menyampaikan harapannya kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi keluarganya serta membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan yang sedang dihadapi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya hanya bisa memohon kepada Bapak Bupati yang terhormat. Tolonglah bantu cari solusi terbaik untuk kasus suami dan anak saya. Saya sudah tidak sanggup lagi menanggung beban ini sendirian,” ucapnya.

Nur Aisyah berharap proses hukum terhadap suami dan anaknya dapat berjalan secara adil sehingga keluarganya dapat kembali berkumpul.

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPMPTSP Lampung Selatan Siapkan Regulasi Penataan Tiang dan Kabel Internet, Rio Gismara Bawa Rekomendasi dari HUT APKASI
Polda Lampung Pasang Imbauan di Krakatau, Nelayan Diminta Jauhi Kawasan Gunung Anak Krakatau
Suami Terjerat Kasus Hukum, Warga Way Sulan Mengadu ke Bupati Lampung Selatan
Inflasi Lampung Juni 2026 Terjaga di Level 2,46 Persen, Masih di Bawah Inflasi Nasional
BI Lampung Kick Off SIGER Fest 2026, Luncurkan QRIS TAP di SMART BRT ITERA untuk Perkuat Ekonomi Digital
DPP Apklindo Lampung dan MCMI Perkuat Sinergi, Gelar Bersih-Bersih Masjid Peringati HUT Apklindo ke-41
Polisi Bubarkan Balap Liar di Tanjung Bintang, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Way Kanan Menggelar Pertandingan PORKAB tahun 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 18:46 WIB

DPMPTSP Lampung Selatan Siapkan Regulasi Penataan Tiang dan Kabel Internet, Rio Gismara Bawa Rekomendasi dari HUT APKASI

Senin, 6 Juli 2026 - 18:31 WIB

Polda Lampung Pasang Imbauan di Krakatau, Nelayan Diminta Jauhi Kawasan Gunung Anak Krakatau

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:28 WIB

Tertekan Beban Hidup dan Masalah Hukum, Nur Aisyah Dirawat di Klinik, Berharap Perhatian Bupati Lampung Selatan

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:33 WIB

Inflasi Lampung Juni 2026 Terjaga di Level 2,46 Persen, Masih di Bawah Inflasi Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:06 WIB

BI Lampung Kick Off SIGER Fest 2026, Luncurkan QRIS TAP di SMART BRT ITERA untuk Perkuat Ekonomi Digital

Berita Terbaru