Lampung, Ruangpena.com – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung resmi menggelar Opening Ceremony Lampung Sharia Economic Festival 2026 di Lampung City Mall, Jumat (8/5/2026).
Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan LaSEF 2026 dirancang untuk mempercepat pengembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung.
“Penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, dan melahirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Lampung,” ujar Bimo.
Fokus pada Halal Value Chain dan Pembiayaan Syariah
Bimo menjelaskan, LaSEF 2026 bertumpu pada tiga program utama.
Pertama, perluasan implementasi halal value chain melalui Halal Mart, pameran UMKM, pelatihan sertifikasi halal, hingga sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA).
Kedua, optimalisasi pembiayaan syariah melalui business matching pembiayaan serta edukasi zakat dan wakaf produktif berbasis digital.
Ketiga, penguatan literasi ekonomi syariah dan halal lifestyle melalui tabligh akbar, talkshow edukatif, hingga lima kompetisi besar seperti Halal Chef, Nasyid, Dakwah, Barista, dan Sharia Economic Battle.
Pemprov Lampung Apresiasi Inisiatif BI
Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi Irsan yang mewakili Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas sinergi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung investasi di Lampung.
Ia juga menyoroti program Wakaf Sumur Produktif yang diinisiasi BI Lampung bersama Dompet Dhuafa
sebagai solusi membantu sektor pertanian di tengah tantangan iklim El Nino.
“Satu sumur membawa ribuan keberkahan. Ini adalah wujud sedekah yang tidak berhenti mengalir sekaligus solusi konkret menjaga produktivitas petani kita,” ujar Mulyadi.
Potensi Besar Ekonomi Syariah Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung menilai sektor ekonomi syariah berpotensi menjadi motor penggerak baru ekonomi daerah. Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat sebesar 5,58 persen (year on year).
Dengan jumlah penduduk sekitar 9,4 juta jiwa yang mayoritas Muslim, Lampung dinilai memiliki peluang besar untuk mentransformasi ekonomi umat dari basis konsumsi menuju kemandirian produksi.
Potensi tersebut diperkuat dengan keberadaan lebih dari 1.000 pondok pesantren serta peluang pengembangan sektor riil seperti industri pengolahan daging dan rumah potong hewan halal.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan program dalam LaSEF 2026 selaras dengan target prioritas daerah dalam RPJMD, termasuk percepatan sertifikasi halal, peningkatan aset perbankan syariah, serta penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN).
Melalui sinergi tersebut, ekosistem ekonomi syariah di Lampung diharapkan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.













