Bekasi, Ruangpena.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) terus melanjutkan proses pendampingan kepada pelanggan dan keluarga yang terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan optimal hingga tuntas.
Hingga Rabu (6/5/2026) pukul 05.00 WIB, KAI mencatat sebanyak 90 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 17 pelanggan lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi pelanggan secara berkala guna memastikan seluruh kebutuhan penanganan terpenuhi.
“Kami terus berkoordinasi dengan rumah sakit, keluarga, serta pihak terkait agar proses pendampingan berjalan dengan baik. Fokus kami saat ini memastikan pelanggan yang masih menjalani perawatan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” ujar Anne dalam keterangannya.
Layanan Klaim dan Pendampingan Psikologis
Selain pendampingan medis, KAI juga membuka layanan klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Proses pengajuan klaim dapat dilakukan dengan melampirkan dokumen seperti bukti perjalanan, identitas, kuitansi biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian maksimal 21 hari kerja.
KAI juga menyediakan layanan trauma healing bagi pelanggan dan keluarga yang membutuhkan dukungan psikologis. Layanan ini dapat diakses melalui Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur maupun melalui call center yang disediakan. Pendampingan awal dapat dilakukan melalui telemedicine sebelum dilanjutkan secara langsung sesuai kebutuhan.
Penanganan Barang Tertinggal
Dalam upaya pemulihan pascakejadian, KAI juga melakukan pendataan dan pengamanan barang pelanggan yang tertinggal. Hingga 6 Mei 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat 118 barang telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 barang telah diserahkan kepada pemilik, sementara 43 barang lainnya masih berada di layanan Lost and Found Stasiun Bekasi Timur untuk proses verifikasi lebih lanjut.
“Kami memastikan setiap barang yang ditemukan diproses secara teliti agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami memahami barang-barang tersebut memiliki nilai penting bagi pelanggan maupun keluarga,” tambah Anne.
Posko Informasi Dibuka hingga 11 Mei
KAI memastikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026. Posko ini menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup informasi, koordinasi administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis bagi pelanggan dan keluarga.
“KAI akan terus hadir mendampingi pelanggan dan keluarga selama proses pemulihan berlangsung agar seluruh kebutuhan penanganan dapat berjalan lebih tenang, tertata, dan tepat sasaran,” tutup Anne.
Editor : Redaksi













