Menko Polkam Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Rabu, 1 April 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Jakarta, Ruangpena.com — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Selain itu, pemerintah juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan secara cepat, transparan, dan komprehensif, serta memastikan pelaku bertanggung jawab secara hukum tanpa adanya kekebalan.

“Serangan berulang terhadap personel Indonesia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen terhadap jaminan keselamatan pasukan perdamaian,” tegas Djamari dalam keterangannya.

Baca Juga :  Menkomdigi Meutya Hafid: Peran Jurnalis Senior Kunci Jaga Kualitas di Era Digital

Pemerintah Indonesia juga mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bersikap tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil investigasi, guna menjamin perlindungan maksimal bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.

Di sisi lain, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP). Langkah ini dilakukan bersama Tentara Nasional Indonesia, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian Luar Negeri.

Penguatan koordinasi tersebut mencakup evaluasi dan penyesuaian protokol keamanan bagi personel yang bertugas di wilayah konflik, khususnya di Lebanon selatan yang saat ini menghadapi dinamika situasi keamanan yang kompleks.

Baca Juga :  Babinsa Segalamider Pimpin Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga Rusak Akibat Hujan Deras

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Data Informasi Kemenko Polkam, Honi Havana, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan keselamatan seluruh personel TNI yang menjalankan misi perdamaian internasional.

Langkah tegas ini menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam menjaga kehormatan dan keselamatan pasukan perdamaian, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia melalui misi di bawah naungan PBB.

Editor : Yudi Pratama

Sumber Berita: Karo Humas Datin Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, M.MDS

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Airlangga Hartarto: Indonesia Perkuat Kedaulatan Pangan, Energi, dan Transformasi Digital Hadapi Ketidakpastian Global
Hari Kedua TMMD ke-129, TNI dan Warga Kebut Pembangunan Infrastruktur di Kelurahan Pinang Jaya
KAI Divre II Sumbar dan Yayasan Abulyatama Gelar Muharam Fest, Berbagi Kebahagiaan Bersama 170 Anak Yatim
Wali Kota Eva Dwiana Hadiri Sidang Pleno dan Penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Medan
Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Negara pada 2025, Pendapatan Tumbuh 9 Persen
Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen, Pelindo Sebut Aktivitas Ekonomi Nasional Makin Bergairah
Brata Jaya Academy Buka Pendaftaran Program Intensif Persiapan TNI, POLRI dan Sekolah Kedinasan 2026
Gunung Dukono Erupsi, Lima Pendaki Luka-Luka dan Dua Wisatawan Diduga Meninggal
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:49 WIB

Airlangga Hartarto: Indonesia Perkuat Kedaulatan Pangan, Energi, dan Transformasi Digital Hadapi Ketidakpastian Global

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:27 WIB

Hari Kedua TMMD ke-129, TNI dan Warga Kebut Pembangunan Infrastruktur di Kelurahan Pinang Jaya

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:09 WIB

KAI Divre II Sumbar dan Yayasan Abulyatama Gelar Muharam Fest, Berbagi Kebahagiaan Bersama 170 Anak Yatim

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:24 WIB

Wali Kota Eva Dwiana Hadiri Sidang Pleno dan Penutupan Rakernas XVIII APEKSI di Medan

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:29 WIB

Pelindo Setor Rp7,81 Triliun ke Negara pada 2025, Pendapatan Tumbuh 9 Persen

Berita Terbaru