Bandar Lampung, Ruangpena.com – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan penelitian untuk meningkatkan produktivitas bawang merah di agroekosistem dataran rendah. Penelitian ini berfokus pada optimalisasi ukuran umbi bibit dan varietas unggul untuk mendapatkan hasil tanaman yang lebih optimal.
Penelitian tersebut diketuai Reza Zulfahmi, S.P., M.Si., bersama Ir. Desty Aulia Putrantri, S.P., M.P. dan Ir. Mustika Adzania Lestari, S.P., M.P.
Tim peneliti melaksanakan kajian di Kebun Percobaan Hortikultura, Jurusan Budidaya Tanaman Pangan, Polinela dengan menguji tiga varietas bawang merah, yakni Bima Brebes, Biru Lancor, dan Batu Ijo.
Ketiga varietas tersebut diuji menggunakan tiga kategori ukuran umbi bibit, yaitu ukuran kecil, sedang, dan besar.
Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pemilihan bahan tanam dalam menentukan keberhasilan budidaya bawang merah. Ukuran umbi bibit diketahui berkaitan dengan vigor awal tanaman, pertumbuhan, pembentukan anakan hingga hasil produksi.
Namun, respons terhadap ukuran umbi tidak selalu sama pada setiap varietas. Perbedaan karakter masing-masing varietas membuat diperlukan pengujian untuk menemukan kombinasi bahan tanam yang paling sesuai dengan kondisi agroekosistem dataran rendah.
Cari Kombinasi Varietas dan Ukuran Umbi Terbaik
Melalui penelitian tersebut, tim Polinela akan mengidentifikasi kombinasi ukuran umbi bibit dan varietas yang mampu menghasilkan pertumbuhan, produksi, serta kualitas umbi bawang merah terbaik.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi teknologi budidaya bawang merah yang lebih efisien, spesifik lokasi, sekaligus mudah diterapkan oleh petani.
Upaya tersebut dinilai penting karena produktivitas tanaman tidak hanya ditentukan oleh teknik pemeliharaan, tetapi juga kualitas dan karakter bahan tanam yang digunakan sejak awal budidaya.
Dengan menentukan ukuran umbi bibit yang tepat untuk masing-masing varietas, penggunaan bahan tanam diharapkan dapat menjadi lebih efisien tanpa mengabaikan potensi hasil tanaman.
Dukung Pertanian Adaptif Perubahan Iklim
Penelitian Polinela juga menjadi bagian dari pengembangan teknologi produksi bawang merah yang memiliki daya hasil tinggi, stabil, dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Pengembangan teknologi budidaya berbasis kondisi spesifik lokasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor hortikultura.
Ke depan, hasil penelitian ini akan diarahkan untuk melalui tahap pengujian multilokasi dan multimusim. Pengujian tersebut diperlukan untuk melihat konsistensi hasil pada kondisi lingkungan dan musim yang berbeda.
Jika hasilnya konsisten, teknologi yang diperoleh dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi rekomendasi budidaya bawang merah yang memiliki cakupan penerapan lebih luas.
Penelitian ini sekaligus memperkuat peran Polinela dalam menghasilkan inovasi pertanian yang tidak hanya berbasis penelitian, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata petani dan meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura.
Penulis : Ruangpena.com
Editor : Redaksi


















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.