Polinela Ajarkan Teknologi Maggot BSF di Lampung Timur, Ubah Limbah Organik Jadi Pakan Ternak Bernilai Ekonomi

Jumat, 3 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Lampung Timur, Ruangpena.com – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis teknologi ramah lingkungan. Kali ini, dosen Jurusan Peternakan Polinela menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Optimalisasi Limbah Organik melalui Teknologi Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai Sumber Pakan Alternatif dan Pupuk Organik dalam Mendukung Peternakan Berkelanjutan” di Desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur.

Kegiatan yang berlangsung di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Asih ini diikuti oleh 15 anggota KWT dan bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Program tersebut didanai melalui Dana DIPA Politeknik Negeri Lampung Tahun 2026 berdasarkan Nomor Kontrak: 167.14/DST/PL15.8/PM/2026.

Limbah Organik Disulap Menjadi Pakan Ternak dan Pupuk Organik

Ketua pelaksana kegiatan, Melia Afnida Santi, S.Pt., M.Si., menjelaskan bahwa teknologi maggot BSF menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi persoalan limbah organik sekaligus menyediakan sumber protein alternatif untuk pakan ternak.

Menurutnya, limbah rumah tangga maupun limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi maggot sebagai sumber protein dan kasgot sebagai pupuk organik.

“Limbah organik yang selama ini dianggap sebagai permasalahan lingkungan sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber protein alternatif berupa maggot dan pupuk organik (kasgot). Teknologi ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mampu menekan biaya pakan ternak sekaligus mendukung sistem ekonomi sirkular,” ujar Melia.

Peserta Belajar Langsung Budidaya Maggot BSF

Baca Juga :  Peringatan Hari Kartini di UPTD SDN 1 Way Galih: Tanamkan Nilai Emansipasi Sejak Dini

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan secara teori dan praktik mengenai seluruh tahapan budidaya maggot BSF, mulai dari pengelolaan limbah organik, proses fermentasi menggunakan EM4, teknik budidaya larva BSF, proses panen maggot, pemisahan kasgot, hingga pemanfaatannya sebagai pakan ternak dan pupuk organik.

Tim pengabdian juga memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta dalam mempersiapkan media budidaya menggunakan limbah sayuran, buah-buahan, serta sisa bahan organik rumah tangga yang difermentasi sebelum diberikan kepada larva BSF.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Selain memperoleh pengetahuan baru mengenai teknologi pengelolaan limbah, mereka juga mendapatkan pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Libatkan Dosen Multidisiplin dan Mahasiswa

Program pengabdian ini melibatkan tim multidisiplin dari Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Lampung yang terdiri atas:

  • Melia Afnida Santi, S.Pt., M.Si. (Ketua)
  • drh. Vindo Rossy Pertiwi, M.Si. (Anggota)
  • drh. Bagas Pria Prasetyo, M.Sc. (Anggota)
  • Eka Rizky Vury Rahayu, S.Pt., M.Sc. (Anggota)

Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa:

  • Muhammad Panji Samudra
  • Muhammad Rifki Dinata

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menerapkan ilmu di lapangan.

Baca Juga :  SMK Muhammadiyah Way Sulan Gelar “Malam Puncak Ramadhan Bersama Mulan V”, Hadirkan Tokoh Muhammadiyah Lampung

Kurangi Limbah Hingga 80 Persen

Teknologi maggot BSF memiliki berbagai manfaat yang sangat relevan dengan konsep pertanian modern berkelanjutan. Selain mampu mengurangi volume limbah organik hingga 60–80 persen, teknologi ini menghasilkan maggot yang kaya protein sebagai bahan baku pakan unggas maupun ikan.

Sisa media budidaya berupa kasgot juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang mendukung kesuburan tanah. Bahkan, penggunaan maggot sebagai pakan alternatif berpotensi menekan biaya pakan ternak hingga 20–30 persen, sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

Penerapan teknologi ini juga mendukung konsep Zero Waste Farming dan Ekonomi Sirkular, di mana limbah diolah kembali menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Dukung Ketahanan Pangan dan SDGs

Melalui program ini, Politeknik Negeri Lampung berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha budidaya maggot BSF secara mandiri sehingga mampu meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini juga menjadi bagian dari kontribusi Polinela dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

“Melalui inovasi sederhana namun berdampak ini, kami berharap masyarakat dapat mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi, sekaligus mewujudkan peternakan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” tutup Melia.

Berita Terkait

Seleksi Polisi Cilik Polres Lampung Timur Dimulai, 300 Siswa SD Berebut 31 Kursi Pocil 2026
Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM
Tiga Pengurus DPD Pengajian Al Hidayah Lampung Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Raden Intan
Polinela Bekali Siswa SMKN 4 Bandar Lampung Literasi Investasi Pasar Modal, Siapkan Generasi Melek Finansial di Era Digital
Dosen Polinela Bekali Siswa SMKN 9 Bandar Lampung Literasi Keuangan Digital dan Akuntansi, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Rakernas IndoCEISS 2026 Digelar di BINUS Malang, Bahas Strategi Penguatan Pendidikan Informatika
Polinela Kenalkan Teknologi Biopori kepada KWT Desa Sungai Langka, Dorong Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah Organik
MPLS SMAN 1 Tanjungsari Ditutup Meriah, Demo 13 Ekstrakurikuler Jadi Panggung Bakat dan Awal Perjalanan Siswa Baru
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:05

Seleksi Polisi Cilik Polres Lampung Timur Dimulai, 300 Siswa SD Berebut 31 Kursi Pocil 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03

Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM

Senin, 27 Juli 2026 - 19:13

Tiga Pengurus DPD Pengajian Al Hidayah Lampung Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Raden Intan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:18

Polinela Bekali Siswa SMKN 4 Bandar Lampung Literasi Investasi Pasar Modal, Siapkan Generasi Melek Finansial di Era Digital

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:20

Dosen Polinela Bekali Siswa SMKN 9 Bandar Lampung Literasi Keuangan Digital dan Akuntansi, Siapkan Lulusan Siap Kerja

Berita Terbaru