Percepat Program 3 Juta Rumah, BSKDN Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Akses MBR

Sabtu, 22 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Percepat Program 3 Juta Rumah, BSKDN Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Akses MBR

Percepat Program 3 Juta Rumah, BSKDN Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Akses MBR

Jakarta, Ruangpena.com – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Forum Diskusi Aktual bertajuk “Strategi Implementasi Program 3 Juta Rumah di Daerah” pada Kamis (20/8/2026) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta. Forum yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring melalui Zoom Meeting serta YouTube Live) ini merumuskan langkah-langkah terobosan untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik BSKDN, Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa penyediaan perumahan merupakan agenda nasional yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Penyediaan perumahan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, pengembang, perbankan, hingga ekosistem diseminasi media. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai permasalahan perumahan di daerah dapat ditangani secara jauh lebih efektif,” tegas Fahsul Falah.

Dalam forum ini, BSKDN merumuskan 5 (lima) poin kesimpulan strategis yang menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam mengeksekusi Program 3 Juta Rumah:

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Pasokan Energi Nasional Tetap Aman di Tengah Gejolak Global

1. Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor: Penanganan masalah perumahan di daerah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan memerlukan integrasi peran antara pusat, daerah, perbankan, pengembang, dan sektor swasta.

2. Penguatan Pembiayaan Inklusif: Program perumahan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aksesibilitas kepemilikan dan keberlanjutan. Diperlukan kemudahan pembiayaan, bantuan renovasi, serta skema kredit yang ramah bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap (sektor informal).

3. Peran Strategis Regulasi Pemda: Pemerintah daerah memegang peranan kunci dalam memberikan kemudahan bagi MBR, di antaranya melalui percepatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), penyesuaian Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta harmonisasi regulasi lokal.

4. Penguatan Data & Diseminasi Informasi Terintegrasi: Akurasi data kebutuhan rumah dari daerah ke pusat harus ditingkatkan. Selain itu, pemanfaatan sistem informasi dan platform publikasi digital diperlukan agar kebijakan dan kemudahan dari pusat dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat tanpa asimetri informasi.

5. Komitmen Langkah Konkret di Daerah: Seluruh poin pembahasan diharapkan segera ditindaklanjuti secara nyata melalui penyusunan regulasi, alokasi program, dan aksi lapangan di masing-masing daerah.

Baca Juga :  Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM

Forum Diskusi Aktual ini menghadirkan ragam narasumber dan pimpinan lintas kementerian/lembaga, akademisi, serta praktisi, antara lain:

– Brigjend. Pol. (Purn.) Prof. Dr. Hoidruddin Hasibuan, S.H., M.Hum. (Rektor Universitas Harapan Medan)

– Raden An’An Andri Hikmat SR, Ap, MM (Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan, Kemen PKP)

– Alen Ermanita, S.Sos., M.Sc (Direktur Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan Strategis I, Bappenas)

– Sastrodirjo (Analis Keuangan Pusat dan Daerah, DJPK Kementerian Keuangan)

– Luthfi Firdaus, S.T., M.Si. (Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bandung)

– Ferry Bayu Nirwono (CEO VRITIMES)

– Gatot Tri Laksono (Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia)

Keterlibatan VRITIMES dalam forum ini memberikan perspektif mengenai pentingnya infrastruktur teknologi diseminasi informasi digital, sehingga kebijakan perumahan rakyat serta berbagai bentuk insentif pemda dapat tersosialisasikan secara transparan dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat tapak.

Kegiatan yang diikuti secara antusias oleh lebih dari 200 partisipan luring maupun daring dari unsur BAPPERIDA, BRIDA, dan Dinas Perumahan Pemda se-Indonesia ini diharapkan menjadi pijakan utama Pemda dalam mempercepat perwujudan permukiman yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Editor : VRITIMES

Berita Terkait

Sebuah Janji yang Tak Terucap: Bagaimana Perlindungan Menjaga Masa Depan 700 Murid
Barantum Masuk Market Leaders CRM Indonesia Menurut Mordor Intelligence
Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB
Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja
IHDC Bahas Ideologi Kesehatan Indonesia Berbasis Keadilan Sosial
Automechanika Jakarta 2026 Diperluas, Dukung Pertumbuhan Industri Otomotif
Grand Opening Mitra10 Pasir Kaliki Bandung Hadirkan Promo Kebutuhan Rumah
Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:43

Sebuah Janji yang Tak Terucap: Bagaimana Perlindungan Menjaga Masa Depan 700 Murid

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:32

Barantum Masuk Market Leaders CRM Indonesia Menurut Mordor Intelligence

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:46

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:07

Percepat Program 3 Juta Rumah, BSKDN Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Akses MBR

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:42

IHDC Bahas Ideologi Kesehatan Indonesia Berbasis Keadilan Sosial

Berita Terbaru