Bandar Lampung, Ruangpena.com – Dosen Program Studi Teknik Sumberdaya Lahan dan Lingkungan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui edukasi dan implementasi lubang resapan biopori di Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Program ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi dan Implementasi Biopori sebagai Nature-Based Solution untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Lingkungan Permukiman.”
Kegiatan yang bermitra dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Garuntang Lestari ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas warga setempat, mitra kegiatan, serta pihak terkait di lingkungan permukiman.
Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut diketuai oleh Ir. Mira Wisman, S.T., M.T. dengan anggota tim Ir. Dwi Meyta Sari, S.T., M.T., Evan Febri Miranda, S.T., M.Eng., Respati Anton Sasongko, S.T., M.T., Ir. Mirnanda Cambodia, S.T., M.T., dan I Gde Darmaputra, S.P., M.Si.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, khususnya untuk meningkatkan daya resap air, mengurangi potensi genangan, serta memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Ketua pelaksana kegiatan, Ir. Mira Wisman, S.T., M.T., menjelaskan bahwa lubang resapan biopori merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman.
“Biopori dapat menjadi alternatif sederhana dalam meningkatkan daya resap tanah sekaligus membantu pengelolaan sampah organik rumah tangga. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga dilibatkan langsung dalam praktik pembuatan lubang resapan biopori,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama mitra, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pentingnya konservasi air, pengelolaan sampah organik, serta manfaat biopori sebagai nature-based solution atau solusi berbasis alam dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan perkotaan.

Selanjutnya, peserta memperoleh pelatihan teknis mengenai pembuatan lubang resapan biopori, mulai dari pengenalan alat dan bahan, penentuan lokasi, proses pengeboran tanah, pengisian sampah organik, hingga teknik perawatan agar biopori tetap berfungsi secara optimal.
Pada tahap implementasi, peserta bersama tim dosen Polinela melakukan praktik langsung membuat lubang resapan biopori di sejumlah titik yang telah ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan. Lokasi dipilih pada area yang berpotensi mengalami genangan, halaman rumah warga, lahan terbuka, maupun titik yang memungkinkan air hujan lebih mudah meresap ke dalam tanah.
Hingga akhir kegiatan, sebanyak 20 lubang resapan biopori berhasil dibuat di kawasan mitra sebagai contoh penerapan teknologi sederhana yang dapat direplikasi secara mandiri oleh masyarakat.
Program ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Polinela terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan pengelolaan air bersih dan sanitasi, pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim.
Melalui penerapan biopori, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di sekitar rumah yang memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem.
Mitra kegiatan memberikan respons positif terhadap pelaksanaan program tersebut. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti sosialisasi, berdiskusi, hingga terlibat langsung dalam praktik pembuatan lubang resapan biopori.
Keterlibatan aktif masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan Polinela mampu menjawab kebutuhan warga dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, hijau, serta adaptif terhadap perubahan iklim.
Melalui program ini, Politeknik Negeri Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan pengabdian yang inovatif, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Edukasi serta implementasi biopori diharapkan menjadi salah satu model penerapan teknologi ramah lingkungan yang dapat diperluas di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya mewujudkan permukiman yang berkelanjutan.
Penulis : Ruangpena.com
Editor : Redaksi













