Peneliti Polinela Kembangkan Edible Coating Berbasis Pati Singkong dan Limbah Kulit Jeruk untuk Perpanjang Masa Simpan Tomat Rampai

Jumat, 3 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Bandar Lampung, Ruangpena.com – Tim dosen Program Studi Hortikultura Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan inovasi teknologi pelapis alami (edible coating) berbasis pati singkong dan limbah kulit jeruk untuk memperpanjang masa simpan sekaligus mempertahankan mutu tomat rampai (Solanum pimpinellifolium), salah satu komoditas hortikultura khas Lampung.

Penelitian tersebut diketuai oleh Annisa Fitri, S.P., M.P., dengan anggota Ir. Mustika Adzania L., S.P., M.P., Sigit Ardiansyah, S.P., M.Tr.P., Hevia Purnama Sari, S.P., M.Si., dan Emi Yunida, S.P., M.P. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan teknologi pascapanen yang ramah lingkungan serta mendukung pertanian berkelanjutan.

Ketua Peneliti, Annisa Fitri, menjelaskan bahwa tomat rampai merupakan komoditas lokal yang telah lama dimanfaatkan masyarakat Lampung sebagai bahan utama sambal maupun berbagai olahan pangan. Namun, sebagai buah klimakterik, tomat rampai memiliki masa simpan yang relatif singkat sehingga rentan mengalami penurunan kualitas setelah panen.

“Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani maupun pelaku usaha hortikultura karena berpotensi menimbulkan kehilangan hasil. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi pascapanen yang efektif, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan,” ujar Annisa.

Dalam penelitian ini, pati singkong dipilih sebagai bahan dasar edible coating karena mudah diperoleh, memiliki sifat membentuk lapisan pelindung alami, serta berasal dari sumber daya lokal. Sementara itu, limbah kulit jeruk dimanfaatkan karena masih mengandung senyawa antioksidan dan antimikroba alami yang mampu membantu menghambat proses kerusakan buah selama penyimpanan.

Baca Juga :  Kadis Pendidikan Bandar Lampung Tinjau Rumah Siswa SMPN 22 yang Ludes Terbakar, Pastikan Pendidikan Korban Tetap Berjalan

Melalui pemanfaatan limbah pertanian tersebut, penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap produk samping yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular di sektor pertanian.

Berbagai formulasi edible coating akan diaplikasikan pada tomat rampai yang disimpan pada suhu ruang. Selanjutnya, tim peneliti akan melakukan pengamatan terhadap sejumlah parameter, meliputi lama masa simpan, susut bobot, tingkat kekerasan buah, total padatan terlarut, persentase buah busuk, kandungan vitamin C, serta total fenol.

Hasil evaluasi tersebut akan digunakan untuk menentukan formulasi edible coating yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas tomat rampai selama penyimpanan.

“Melalui penelitian ini kami berharap dapat menghasilkan teknologi pascapanen yang sederhana, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan sehingga dapat membantu mengurangi kehilangan hasil serta meningkatkan nilai ekonomi tomat rampai sebagai komoditas khas Lampung,” kata Annisa.

Direktur Politeknik Negeri Lampung, Dr. Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si., memberikan apresiasi atas penelitian yang dilakukan para dosen Program Studi Hortikultura tersebut. Menurutnya, inovasi yang lahir dari perguruan tinggi harus mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan di sektor pertanian.

Baca Juga :  Polinela Kenalkan Teknologi Biopori kepada KWT Desa Sungai Langka, Dorong Konservasi Air dan Pengelolaan Sampah Organik

Ia menilai riset berbasis potensi lokal seperti pemanfaatan pati singkong dan limbah kulit jeruk merupakan langkah strategis dalam menghasilkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif bagi masyarakat.

“Semoga inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan dimanfaatkan secara luas oleh petani maupun pelaku agribisnis sehingga mampu meningkatkan daya saing komoditas hortikultura daerah,” ujar Dwi Puji Hartono.

Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi Polinela dalam mendukung pengembangan teknologi pascapanen yang berkelanjutan, mengurangi kehilangan hasil panen, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui inovasi berbasis sumber daya lokal.

Penulis : Ruangpena.com

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara
Hari Terakhir BRI KKB Expo 2026, BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kendaraan di Lampung
Seleksi Polisi Cilik Polres Lampung Timur Dimulai, 300 Siswa SD Berebut 31 Kursi Pocil 2026
Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM
Tiga Pengurus DPD Pengajian Al Hidayah Lampung Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Raden Intan
Polinela Bekali Siswa SMKN 4 Bandar Lampung Literasi Investasi Pasar Modal, Siapkan Generasi Melek Finansial di Era Digital
Dosen Polinela Bekali Siswa SMKN 9 Bandar Lampung Literasi Keuangan Digital dan Akuntansi, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Rakernas IndoCEISS 2026 Digelar di BINUS Malang, Bahas Strategi Penguatan Pendidikan Informatika
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:24

Pertamina Foundation Bekali Lebih dari 500 Calon Awardee Beasiswa Sobat Bumi Hadapi Tahap Wawancara

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:12

Hari Terakhir BRI KKB Expo 2026, BRI Finance Hadirkan Promo Pembiayaan Kendaraan di Lampung

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:05

Seleksi Polisi Cilik Polres Lampung Timur Dimulai, 300 Siswa SD Berebut 31 Kursi Pocil 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:03

Akselerasi Produktivitas Mahasiswa Bali, Seminar ‘AI Connect’ Kupas Tuntas Pemanfaatan NotebookLM

Senin, 27 Juli 2026 - 19:13

Tiga Pengurus DPD Pengajian Al Hidayah Lampung Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Raden Intan

Berita Terbaru