Jelang Lebaran Ketupat, Kemenhub Imbau Pemudik Atur Waktu Perjalanan dan Waspadai Balon Udara Liar

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


Jakarta, Ruangpena.com – Menjelang perayaan Lebaran Ketupat pada 28 Maret 2026, Kementerian Perhubungan mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan arus balik dengan mengatur waktu perjalanan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keselamatan, termasuk balon udara liar.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenhub, Ernita Titis Dewi, mengatakan puncak arus balik Lebaran diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat usai perayaan tersebut.

“Pergerakan masyarakat cenderung terkumpul dalam waktu yang relatif singkat, terutama pada akhir pekan. Hal ini berpotensi menimbulkan kepadatan di ruas jalan utama, baik tol maupun arteri, serta pada simpul transportasi,” ujar Titis dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Menurut dia, selain jalur darat, simpul penyeberangan seperti Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Ketapang menjadi titik krusial yang diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan dan penumpang secara signifikan.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Kemenhub menyiapkan berbagai langkah, termasuk optimalisasi buffer zone dan delaying system guna mengurai antrean kendaraan menuju pelabuhan. Sejumlah lokasi penyangga disiapkan, seperti kawasan Grand Watudodol dan Bulusan untuk kendaraan penumpang, serta Sri Tanjung hingga area parkir milik Pelindo dan PT Pusri untuk kendaraan barang.

Baca Juga :  Perkuat Budaya K3, KAI Divre II Sumbar Targetkan Zero Accident dalam Operasional Kereta

Selain itu, pengoperasian kapal penyeberangan juga akan ditingkatkan sesuai kondisi. Dalam situasi normal, sebanyak 28 kapal dioperasikan, meningkat menjadi 30 kapal saat padat, dan hingga 32 kapal pada kondisi sangat padat.

Kemenhub bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta operator transportasi juga telah menyiapkan berbagai skenario pengendalian, mulai dari rekayasa lalu lintas berbasis kondisi lapangan hingga penguatan layanan operasional di pelabuhan dan jalur distribusi utama.

Meski demikian, Titis menegaskan bahwa kelancaran arus balik sangat bergantung pada peran aktif masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan secara bersamaan pada waktu puncak. Mengatur jadwal keberangkatan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan menjadi faktor penting,” katanya.

Baca Juga :  Eva Dwiana Percepat Perbaikan Jalan HRM Mangubdiprojo, Fokus Atasi Banjir dan Dorong Ekonomi

Di sisi lain, Kemenhub juga menyoroti potensi gangguan keselamatan penerbangan akibat maraknya penerbangan balon udara liar yang kerap menjadi bagian dari tradisi di sejumlah daerah saat Lebaran Ketupat.

“Balon udara yang diterbangkan secara liar dapat masuk ke ruang udara penerbangan dan membahayakan keselamatan pesawat. Risiko ini nyata dan harus menjadi perhatian bersama,” tegas Titis.

Kemenhub menegaskan, aktivitas balon udara hanya diperbolehkan jika memenuhi ketentuan keselamatan, seperti diterbangkan secara tertambat, tidak mengganggu jalur penerbangan, serta berada dalam pengawasan otoritas terkait. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui momentum arus balik ini, pemerintah kembali menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi nasional.

“Kami terus bekerja memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat dan lancar. Namun, kedisiplinan dan kesadaran masyarakat dalam mengikuti aturan serta imbauan menjadi kunci utama keberhasilan kita bersama,” pungkas Titis.

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Brata Jaya Academy Buka Pendaftaran Program Intensif Persiapan TNI, POLRI dan Sekolah Kedinasan 2026
Wapres Gibran Kunjungi RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, Tinjau IGD dan Pengembangan Rumah Sakit
Gunung Dukono Erupsi, Lima Pendaki Luka-Luka dan Dua Wisatawan Diduga Meninggal
Menteri PKP Luncurkan KPR Subsidi Tenor 40 Tahun di Lampung, Cicilan Ditarget Rp800 Ribu
IWO Aceh Besar Gelar Rakerda 2025–2030, Perkuat Soliditas dan Program Kerja Organisasi
Kemenhub dan Pelindo Teken Dua Perjanjian Konsesi, Perkuat Layanan Pelabuhan dan PNBP
KAI dan Kemenhub Percepat Penanganan Perlintasan Sebidang, 1.810 Titik Jadi Fokus
Zona Integritas BKD Lampung Dicanangkan, Digitalisasi Jadi Kunci Reformasi Birokrasi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:13 WIB

Brata Jaya Academy Buka Pendaftaran Program Intensif Persiapan TNI, POLRI dan Sekolah Kedinasan 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:35 WIB

Wapres Gibran Kunjungi RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, Tinjau IGD dan Pengembangan Rumah Sakit

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:58 WIB

Gunung Dukono Erupsi, Lima Pendaki Luka-Luka dan Dua Wisatawan Diduga Meninggal

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:52 WIB

Menteri PKP Luncurkan KPR Subsidi Tenor 40 Tahun di Lampung, Cicilan Ditarget Rp800 Ribu

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:41 WIB

IWO Aceh Besar Gelar Rakerda 2025–2030, Perkuat Soliditas dan Program Kerja Organisasi

Berita Terbaru