IHDC Bahas Ideologi Kesehatan Indonesia Berbasis Keadilan Sosial

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Berita (sumber: VRITIMES.com)

Ilustrasi Berita (sumber: VRITIMES.com)

Jakarta, Ruangpena.com – Indonesia Health Development Center (IHDC) menggelar Seri Diskusi Publik bertajuk “Ideologi Kesehatan Indonesia” pada 15 Agustus 2026 di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Forum ini mempertemukan para pakar kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, serta tokoh lintas sektor untuk membahas arah pembangunan kesehatan nasional berbasis nilai keadilan sosial.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M (K), yang menekankan pentingnya melihat kembali persoalan kesehatan melalui nilai-nilai Pancasila.

Diskusi ini membahas empat aspek utama dalam kerangka Ideologi Kesehatan Indonesia, yaitu Kedaulatan, Tata Kelola Kesehatan, Komunitas & Solidaritas, serta Kesetaraan. Melalui forum tersebut, IHDC berupaya merumuskan gagasan kebijakan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada layanan medis, tetapi juga menjawab berbagai persoalan ketimpangan akses dan partisipasi masyarakat.

Dorong Kesehatan sebagai Bagian dari Keadilan Sosial

IHDC menyelenggarakan forum ini sebagai respons terhadap berbagai tantangan dalam sistem kesehatan nasional, mulai dari kesenjangan akses layanan, pembiayaan kesehatan, literasi informasi, hingga keterlibatan masyarakat akar rumput.

Prof. Nila Moeloek dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesehatan memiliki hubungan erat dengan cita-cita kebangsaan Indonesia. Menurutnya, kesehatan tidak hanya menjadi persoalan klinis, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Ia menyoroti masih adanya tantangan dalam pencapaian pemerataan layanan kesehatan, termasuk beban pembiayaan yang dapat berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Persoalan kesehatan bukan hanya tentang bagaimana menangani penyakit, tetapi juga bagaimana memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat,” ujar Prof. Nila Moeloek.

Baca Juga :  Bittime Raih Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK

Susun Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia

Sebagai lembaga think-tank kebijakan kesehatan independen, IHDC menjadikan diskusi publik ini sebagai bagian dari proses penyusunan Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia.

Direktur Eksekutif IHDC, DR. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, memimpin proses advokasi strategis untuk menghasilkan rumusan kebijakan berbasis pendekatan transdisiplin.

Blueprint tersebut mencakup enam dimensi utama, yaitu:

  • Kedaulatan kesehatan
  • Komunitas dan solidaritas
  • Kesetaraan
  • Jaminan pembiayaan berkelanjutan
  • Pendidikan dan promosi kesehatan
  • Tata kelola kesehatan

Melalui kerangka tersebut, IHDC mendorong pemahaman bahwa kesehatan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan hak dasar masyarakat yang membutuhkan dukungan bersama antara negara, komunitas, dan berbagai sektor.

Diskusi Hadirkan Pakar dari Berbagai Bidang

Seri Diskusi Publik Ideologi Kesehatan Indonesia menggunakan metode structured public deliberation yang terbagi dalam dua panel utama.

Panel 1: Kedaulatan dan Tata Kelola Kesehatan

Panel pertama membahas isu kemandirian pangan, gizi, industri farmasi, hingga pengelolaan pembiayaan kesehatan pusat dan daerah.

Sesi ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS; Ogy Winenriandhika; Prof. dr. Adang Bachtiar, MPH., ScD.; dr. A. Fardianto; Diah Mardhotillah; serta perwakilan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD).

Panel 2: Komunitas, Solidaritas, dan Kesetaraan

Panel kedua membahas peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan, termasuk penguatan kader kesehatan, kesetaraan gender, serta pemenuhan hak kesehatan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sesi ini menghadirkan dr. Ekasakti Octohariyanto, Caroline Thomas, Natasya Sitorus, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos., M.Si., Siska Verawati, SKM, serta Ilham Rusting, S.Gz., S.H.

Baca Juga :  Automechanika Jakarta 2026 Diperluas, Dukung Pertumbuhan Industri Otomotif

Dari Diskusi Menuju Reformasi Sistem Kesehatan

Berbagai gagasan yang terkumpul dalam forum tersebut akan diproses menjadi dokumen riset kebijakan kualitatif dan Blueprint Ideologi Kesehatan Indonesia.

IHDC berharap hasil kajian ini dapat menjadi referensi strategis dalam mendorong reformasi sistem kesehatan nasional yang lebih inklusif, transparan, dan berorientasi pada pemerataan hak kesehatan masyarakat.

Tentang Indonesia Health Development Center

Indonesia Health Development Center (IHDC) merupakan lembaga think-tank nasional yang bergerak dalam bidang riset, advokasi kebijakan, pendidikan kesehatan, penguatan sistem kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

IHDC berawal dari forum dialog nasional “Fokus Kesehatan Indonesia” yang membahas berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Saat ini, IHDC didukung oleh para profesional dan akademisi dari berbagai bidang kesehatan, kedokteran, serta kebijakan publik.

Lembaga ini memiliki jajaran kepemimpinan yang terdiri dari tokoh berpengalaman di sektor kesehatan nasional, termasuk Prof. DR. Dr. Farid Anfasa Moeloek, Sp.OG(K) sebagai Ketua Majelis Tinggi dan Prof. DR. Dr. Nila Djuwita Farid Moeloek, Sp.M(K) sebagai Ketua Dewan Pembina.

Sementara itu, jajaran eksekutif IHDC dipimpin oleh DR. Dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH bersama tim yang bergerak dalam bidang penelitian, kemitraan, serta pengembangan program kesehatan.

Melalui pendekatan kolaboratif, IHDC berkomitmen mendorong pembangunan kesehatan berkelanjutan dengan memperhatikan berbagai faktor sosial, ekonomi, lingkungan, budaya, hukum, dan teknologi.

Penulis: Redaksi Ruangpena.com


Keterangan Foto:

Prof. Nila Moeloek bersama para pakar lintas sektor dalam Seri Diskusi Publik Ideologi Kesehatan Indonesia yang digelar IHDC di Jakarta.

Penulis : Redaksi Ruangpena.com

Editor : Vritimes

Berita Terkait

Automechanika Jakarta 2026 Diperluas, Dukung Pertumbuhan Industri Otomotif
Grand Opening Mitra10 Pasir Kaliki Bandung Hadirkan Promo Kebutuhan Rumah
Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?
Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Rekomendasi Motor Matic Harian, Pilihan Stylish dengan Fitur Modern Mulai Rp20 Jutaan
Blockchain Resmi Masuk Ekonomi Kreatif, IDBW 2026 Jadi Panggung Besar Web3 Indonesia
Tigo AI Perkenalkan Ekosistem Pemasaran Berbasis AI untuk Advertiser Indonesia
DJI AP100 Resmi Hadir di Indonesia, Parasut Keselamatan Khusus untuk DJI Matrice 400
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:42

IHDC Bahas Ideologi Kesehatan Indonesia Berbasis Keadilan Sosial

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:41

Automechanika Jakarta 2026 Diperluas, Dukung Pertumbuhan Industri Otomotif

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:40

Grand Opening Mitra10 Pasir Kaliki Bandung Hadirkan Promo Kebutuhan Rumah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:03

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:34

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Berita Terbaru