Opini: Koperasi Desa Merah Putih Dibangun, Apa Kabar BumDes?

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ruangpena.com – Pemerintah tengah mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Program ini digadang-gadang menjadi wajah baru kebangkitan ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Namun di tengah euforia pembentukan koperasi baru, muncul satu pertanyaan mendasar: apa kabar Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang lebih dulu hadir?

Sejak digulirkan melalui kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, BumDes dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa. Modalnya bersumber dari dana desa yang dialokasikan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dengan harapan mampu mengelola potensi lokal dan meningkatkan pendapatan asli desa.

Namun realitas di lapangan menunjukkan tidak sedikit BumDes yang stagnan, bahkan mati suri. Ada yang berdiri hanya di atas kertas, ada pula yang berjalan tanpa laporan keuangan yang transparan. Sebagian lainnya tersandung persoalan tata kelola, manajemen yang lemah, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran.

Kini, ketika Koperasi Desa Merah Putih mulai dibentuk, publik wajar bertanya: apakah ini solusi atas kegagalan sebagian BumDes, atau justru akan menambah daftar panjang lembaga ekonomi desa yang tumpang tindih?

Secara konsep, koperasi dan BumDes memiliki semangat yang hampir serupa: menguatkan ekonomi berbasis masyarakat. Bedanya, koperasi berbasis keanggotaan, sedangkan BumDes merupakan badan usaha milik desa yang dikelola atas nama pemerintah desa. Jika tidak ada sinkronisasi kebijakan, keduanya berpotensi saling berebut peran, pasar, bahkan sumber modal.

Alih-alih melahirkan kompetisi internal, pemerintah seharusnya mengevaluasi secara menyeluruh kinerja BumDes yang sudah ada. Desa-desa membutuhkan pembinaan manajemen, transparansi laporan keuangan, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan — bukan sekadar membentuk lembaga baru.

Baca Juga :  Gotong Royong Bersihkan Kali di Kaliawi, Babinsa dan Warga Antisipasi Banjir di Musim Hujan

Yang lebih penting, akar persoalan seringkali bukan pada bentuk lembaganya, melainkan pada tata kelola dan integritas pengelolanya. Tanpa transparansi dan pengawasan, baik koperasi maupun BumDes sama-sama berisiko tidak berjalan optimal.

Koperasi Desa Merah Putih tentu membawa harapan baru. Namun harapan itu akan lebih kuat jika dibarengi dengan pembenahan BumDes yang sudah ada. Jangan sampai energi dan anggaran terpecah, sementara tujuan utamanya — kesejahteraan masyarakat desa — justru terabaikan.

Membangun ekonomi desa bukan soal menambah papan nama lembaga, melainkan memastikan yang sudah ada benar-benar hidup, sehat, dan memberi manfaat nyata bagi warga.

Penulis : Yudi Pratama

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi TNI-Polri Makin Solid, Oknum Nakal Siap-siap Ditindak Tegas
Polisi Bongkar Gudang BBM Oplosan di Pringsewu, Ribuan Liter Disita, Omzet Capai Rp2,5 Miliar
Menag Ajak ASN Kemenag Sambut WFH sebagai Transformasi Budaya Kerja Baru
Warga Way Sulan Desak Puskesmas Naik Status Jadi Rawat Inap, Akses ke RS Dinilai Terlalu Jauh
Inflasi Lampung Maret 2026 Melandai, BI Sebut Tetap Terkendali di Tengah Tekanan Global
LSM PRO RAKYAT Akan Laporkan Proyek PISEW Tahun 2025 Lampung Selatan ke Presiden Prabowo dan Jaksa Agung RI, Untuk Di Audit BPK RI
Jembatan Pendem di Jati Agung Mulai Diperbaiki, Warga Apresiasi Respons Cepat Pemkab Lampung Selatan
Menko Polkam Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 23:23 WIB

Sinergi TNI-Polri Makin Solid, Oknum Nakal Siap-siap Ditindak Tegas

Sabtu, 11 April 2026 - 23:15 WIB

Polisi Bongkar Gudang BBM Oplosan di Pringsewu, Ribuan Liter Disita, Omzet Capai Rp2,5 Miliar

Jumat, 10 April 2026 - 22:59 WIB

Menag Ajak ASN Kemenag Sambut WFH sebagai Transformasi Budaya Kerja Baru

Minggu, 5 April 2026 - 21:48 WIB

Warga Way Sulan Desak Puskesmas Naik Status Jadi Rawat Inap, Akses ke RS Dinilai Terlalu Jauh

Jumat, 3 April 2026 - 22:44 WIB

Inflasi Lampung Maret 2026 Melandai, BI Sebut Tetap Terkendali di Tengah Tekanan Global

Berita Terbaru