Menkomdigi Meutya Hafid: Peran Jurnalis Senior Kunci Jaga Kualitas di Era Digital

Sabtu, 18 April 2026 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Gedung LSPR Sudirman Park, Jakarta Pusat, Jumat (17/04/2026). Doc. Humas Kemkomdigi

Menkomdigi Meutya Hafid memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Gedung LSPR Sudirman Park, Jakarta Pusat, Jumat (17/04/2026). Doc. Humas Kemkomdigi


Jakarta, Ruangpena.com – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa peran jurnalis senior menjadi kunci dalam menjaga standar praktik jurnalistik di tengah perubahan cepat pola produksi berita di era digital.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat (17/04/2026), di tengah meningkatnya tekanan kecepatan dan tuntutan viralitas dalam produksi informasi.

Menurut Meutya, transformasi digital telah mengubah cara kerja jurnalisme, dari proses yang sebelumnya memberi ruang cukup untuk riset dan verifikasi menjadi lebih cepat dengan jeda yang semakin minim.

“Dulu kita membuat berita dengan jeda, ada waktu untuk riset dan verifikasi. Sekarang banyak yang berjalan hampir tanpa jeda karena mengejar kecepatan dan viralitas,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut harus diimbangi dengan transfer pengalaman dan nilai-nilai jurnalistik dari generasi senior kepada jurnalis muda agar kualitas informasi tetap terjaga.

“Alasan ‘tidak viral tidak dibaca’ bisa dipahami, tetapi nilai-nilai jurnalistik tidak boleh hilang,” tegasnya.

Meutya juga mengingatkan bahwa tanpa proses pewarisan pengalaman, akan muncul kesenjangan antara standar yang dibangun oleh jurnalis senior dengan praktik yang dijalankan generasi saat ini.

Baca Juga :  Jelang Nyepi 2026, Kemenhub Sesuaikan Operasional Transportasi di Bali

“Kalau tidak ditularkan, akan ada jarak yang jauh antara pengalaman senior dan praktik jurnalisme generasi sekarang,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh menggeser prinsip utama dalam profesi jurnalis.

“Integritas, proses verifikasi, dan keberanian berdiri di sisi kebenaran adalah fondasi yang tidak boleh bergeser,” ungkap Meutya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa di tengah perubahan ekosistem media yang semakin dinamis, kesinambungan antar generasi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas informasi publik. (**)

Editor : Yudi Pratama

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenkes Wajibkan Label “Nutri Level” pada Minuman Manis, Ini Aturannya
Meutya Hafid: Konektivitas Digital Harus Berdampak Nyata bagi Sekolah dan Puskesmas
Pertamina Pastikan Pasokan Energi Nasional Tetap Aman di Tengah Gejolak Global
Ombudsman RI Minta Maaf atas Kasus Ketua Hery Susanto, 8 Pimpinan Tegaskan Hormati Proses Hukum
Cagar Budaya di Ujung Risiko, Antara Warisan dan Ancaman Bencana
Menag Ajak ASN Kemenag Sambut WFH sebagai Transformasi Budaya Kerja Baru
Menko Polkam Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Festival Balon Udara Digelar di Pekalongan dan Wonosobo, Kemenhub Tekankan Keselamatan Penerbangan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 13:35 WIB

Kemenkes Wajibkan Label “Nutri Level” pada Minuman Manis, Ini Aturannya

Minggu, 19 April 2026 - 00:04 WIB

Meutya Hafid: Konektivitas Digital Harus Berdampak Nyata bagi Sekolah dan Puskesmas

Sabtu, 18 April 2026 - 23:43 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid: Peran Jurnalis Senior Kunci Jaga Kualitas di Era Digital

Sabtu, 18 April 2026 - 20:41 WIB

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Nasional Tetap Aman di Tengah Gejolak Global

Jumat, 17 April 2026 - 11:36 WIB

Ombudsman RI Minta Maaf atas Kasus Ketua Hery Susanto, 8 Pimpinan Tegaskan Hormati Proses Hukum

Berita Terbaru