Inflasi Lampung Maret 2026 Melandai, BI Sebut Tetap Terkendali di Tengah Tekanan Global

Jumat, 3 April 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi


Lampung, Ruangpena.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Provinsi Lampung pada Maret 2026 sebesar 0,19 persen secara bulanan (month to month/mtm), menurun dibandingkan Februari yang mencapai 0,36 persen (mtm). Capaian ini sejalan dengan rata-rata inflasi Maret dalam tiga tahun terakhir.

Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga di daerah masih relatif terkendali.

Dari sisi penyumbang, inflasi Maret terutama dipicu kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama yang memberi andil antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga bahan pangan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Sementara itu, kenaikan harga bensin didorong penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh PT Pertamina pada awal Maret, seiring dinamika harga minyak global.

Baca Juga :  Lampung Genjot UMKM Berbasis AI, Gubernur Mirza: Saatnya Naik Kelas dan Lebih Kompetitif

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing mencatat deflasi dengan andil -0,09 persen dan -0,02 persen, didukung meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah. Penurunan harga emas dunia juga turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung memprakirakan inflasi sepanjang 2026 tetap berada dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen (yoy). Namun demikian, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan seiring realisasi kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang berlangsung bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia akibat ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen harga bergejolak (volatile food), risiko muncul dari rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret yang berpotensi menekan panen pada triwulan II. Selain itu, proyeksi curah hujan rendah pada April–September serta potensi El Nino lemah di semester II juga berisiko mengganggu produksi pangan.

Baca Juga :  Menhub Pastikan Penanganan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Santunan dan Dukungan Disiapkan

Adapun dari sisi harga yang diatur pemerintah (administered prices), risiko inflasi dipicu potensi kenaikan harga BBM akibat gejolak harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga rokok.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K.

Pada aspek keterjangkauan harga, upaya dilakukan melalui operasi pasar beras dan penguatan monitoring harga komoditas strategis. Dari sisi ketersediaan pasokan, pemerintah mendorong perluasan Toko Pengendalian Inflasi serta kerja sama antar daerah.

Sementara itu, kelancaran distribusi diperkuat melalui perbaikan infrastruktur dan dukungan subsidi ongkos angkut. Adapun pada aspek komunikasi, pemerintah meningkatkan koordinasi serta pemanfaatan media digital untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

Dengan berbagai langkah tersebut, stabilitas harga di Lampung diharapkan tetap terjaga meskipun dihadapkan pada dinamika ekonomi global dan domestik yang masih berfluktuasi.

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mufakat Agung BPBR Desak Negara Beri Hak Kelola Hutan Adat, Masyarakat Tak Ingin Terus Jadi Penonton di Tanah Sendiri
Masyarakat Ogan di Lampung Bentuk PAOI, H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum
Jalan Umum Dijadikan Arena Drag Race, Warga Pertanyakan Legalitas hingga Keselamatan Pengguna Jalan
Diduga Masih Layani Pengecoran BBM Subsidi, SPBU di Bandar Lampung Jadi Sorotan Warga
Ardho Sebut UMKM dan Ekonomi Kerakyatan Jadi Kunci Kekuatan Indonesia Hadapi Krisis Dunia
PJS Lampung Gelar Musda II, Perkuat Konsolidasi Menuju Konstituen Dewan Pers
BI Lampung Resmi Buka LaSEF 2026, Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal di Lampung
Wapres Gibran Kunjungi RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, Tinjau IGD dan Pengembangan Rumah Sakit
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:10 WIB

Mufakat Agung BPBR Desak Negara Beri Hak Kelola Hutan Adat, Masyarakat Tak Ingin Terus Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:42 WIB

Masyarakat Ogan di Lampung Bentuk PAOI, H. Nuryadin Terpilih sebagai Ketua Umum

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:46 WIB

Diduga Masih Layani Pengecoran BBM Subsidi, SPBU di Bandar Lampung Jadi Sorotan Warga

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:29 WIB

Ardho Sebut UMKM dan Ekonomi Kerakyatan Jadi Kunci Kekuatan Indonesia Hadapi Krisis Dunia

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:58 WIB

PJS Lampung Gelar Musda II, Perkuat Konsolidasi Menuju Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru