Bandung, Ruangpena.com – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung melakukan uji coba pengoperasian skybridge di Stasiun Bandung untuk menunjang aksesibilitas penumpang Kereta Cepat Whoosh yang akan menggunakan Kereta Api (KA) Feeder.
Uji coba tersebut dilakukan menjelang masa Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah guna mengantisipasi potensi penumpukan penumpang di area stasiun.
Sebelumnya, penumpang KA Feeder masih menggunakan akses yang sama dengan penumpang kereta api jarak jauh.
Kepala BTP Bandung Endang Setiawan mengatakan uji coba ini bertujuan untuk memperlancar arus pergerakan penumpang sehingga tidak terpusat di satu titik.
“Uji coba pengoperasian skybridge Bandung ini merupakan wujud dukungan DJKA untuk operasional kereta cepat sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi kepada masyarakat,” ujar Endang, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, penggunaan skybridge dinilai lebih efektif dan efisien karena jarak tempuh penumpang menuju KA Feeder menjadi lebih dekat dibandingkan akses sebelumnya.
Selain itu, mulai 10 Maret 2026 aktivitas penumpang KA Feeder telah dipindahkan ke Hall Feeder Kereta Cepat yang berada di sisi timur Stasiun Bandung.
“Penumpang KA Feeder diharapkan dapat menyesuaikan akses naik turun serta ruang tunggu yang baru. Kami juga mengimbau agar penumpang tidak datang terlalu dekat dengan waktu keberangkatan kereta,” kata Endang.
Menurutnya, uji coba ini juga menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kesiapan layanan transportasi kereta api menjelang masa Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan jumlah penumpang.
DJKA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi perkeretaapian dengan mengedepankan aspek kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas bagi seluruh masyarakat. (***)









