Bandar Lampung, Ruangpena.com – Semangat gotong royong antara aparat teritorial dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan panen raya padi di Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Jumat (27/3/2026).
Babinsa Koramil 410-01/Panjang, Serka Riyatno, turun langsung melakukan monitoring dan pendampingan panen di lahan persawahan warga yang berada di Jalan Pulau Damar RT 04 LK II. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung hingga selesai dalam suasana kondusif dan penuh kebersamaan.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas panen bukan sekadar simbolis, melainkan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap para petani agar proses panen berjalan lancar, aman, dan tertib.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data yang dihimpun, total luas lahan persawahan di wilayah Way Dadi Baru mencapai sekitar 14,05 hektare yang tersebar di lima titik. Musim panen tahun ini telah dimulai sejak 11 Maret 2026. Hingga akhir pekan ini, sekitar 6 hektare lahan telah dipanen dengan hasil rata-rata mencapai 6 ton gabah kering per hektare.
Menariknya, hasil panen tersebut tidak dijual ke Perum Bulog, melainkan dimanfaatkan langsung oleh petani untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kondisi ini mencerminkan kuatnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga masyarakat setempat.
Serka Riyatno menegaskan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kehadiran kami untuk memastikan para petani merasa aman dan terbantu. Alhamdulillah, hasil panen tahun ini cukup baik dan warga sangat antusias. Kami akan terus mendampingi mulai dari masa tanam hingga panen,” ujarnya di sela kegiatan.
Peran aktif Babinsa tersebut mendapat apresiasi dari warga. Para petani mengaku terbantu dengan kehadiran aparat TNI yang tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menambah semangat dalam bekerja di lahan pertanian.
Kegiatan panen raya ini pun berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Sinergi antara TNI dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas serta mendukung keberhasilan program ketahanan pangan di daerah.









