Diduga Bermasalah, Pengadaan Alat Laboratorium Rp400 Juta di Pemprov Lampung Disorot

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Lampung, Ruangpena.com – Dugaan kejanggalan dalam proyek pengadaan alat laboratorium di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung mencuat ke publik. Proyek dengan nilai sekitar Rp400 juta yang berada di Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung itu diduga bermasalah dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengadaan alat laboratorium tersebut bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025. Namun dalam pelaksanaannya, proyek itu diduga tidak berjalan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Selain itu, terdapat indikasi bahwa pengadaan yang seharusnya berada dalam satu paket anggaran justru dipisahkan dalam beberapa mekanisme belanja tersendiri. Cara tersebut diduga dilakukan agar pengadaan tidak tercatat dalam satu kontrak pekerjaan.

Tak hanya itu, muncul dugaan adanya tiga item alat laboratorium yang hingga kini tidak diketahui keberadaan fisiknya. Padahal, berdasarkan informasi yang beredar, proses administrasi pembayaran terhadap pengadaan tersebut disebut-sebut telah dicairkan sepenuhnya.

Baca Juga :  DPP GAMKI Lantik Pengurus DPD GAMKI Lampung Periode 2026–2029 di HKBP Kedaton

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya terkait mekanisme pengawasan dan proses serah terima barang di instansi tersebut. Jika benar terjadi pembayaran penuh terhadap barang yang tidak terealisasi, hal tersebut berpotensi melanggar aturan dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Pengadaan alat laboratorium itu sendiri sejatinya bertujuan untuk menunjang fasilitas dan kinerja laboratorium di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, khususnya dalam mendukung sektor pertanian.

Namun, dugaan hilangnya tiga alat laboratorium tersebut justru memicu kecurigaan adanya potensi manipulasi anggaran sekaligus dapat menghambat optimalisasi pelayanan di bidang pengujian dan pengawasan pertanian.

Baca Juga :  Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Tinjau Saluran Irigasi di Tanjung Senang, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan

Menanggapi isu tersebut, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Hortikultura (BPSB TH) Provinsi Lampung, Bambang Sugiarto, memberikan bantahan tegas.

Saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/3/2026), Bambang menegaskan bahwa informasi mengenai adanya alat laboratorium yang telah dibayar namun tidak memiliki wujud fisik merupakan kabar yang tidak benar.

“Informasi tersebut tidak benar adanya,” ujar Bambang singkat menanggapi tudingan yang beredar terkait proyek pengadaan di lingkungannya.

Meski demikian, publik masih menantikan transparansi lebih lanjut terkait keberadaan fisik alat laboratorium yang sempat menjadi polemik tersebut. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk memastikan bahwa penggunaan dana ratusan juta rupiah dari APBN 2025 benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang sektor pertanian di Provinsi Lampung. (***)

Follow WhatsApp Channel ruangpena.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Nyepi 2026, Kemenhub Sesuaikan Operasional Transportasi di Bali
Pelindo Regional 2 Panjang Bagikan Santunan Anak Yatim dan Ribuan Paket Sembako di Ramadhan
SMK Muhammadiyah Way Sulan Gelar “Malam Puncak Ramadhan Bersama Mulan V”, Hadirkan Tokoh Muhammadiyah Lampung
Walikota Bandar Lampung Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Mapolresta
Pemkot Bandar Lampung Bagikan Bantuan Beras untuk Ojol, Eva Dwiana: Bentuk Kepedulian di Bulan Ramadan
Polda Lampung Bongkar Tambang Emas Ilegal di Way Kanan, 14 Orang Jadi Tersangka
Selebgram Ummu Hani Salurkan Bansos untuk Korban Banjir di Desa Waygalih, Soroti Transparansi Penyaluran
DJKA Uji Coba Skybridge Stasiun Bandung untuk Penumpang KA Feeder Whoosh Jelang Angkutan Lebaran 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 15:23 WIB

Jelang Nyepi 2026, Kemenhub Sesuaikan Operasional Transportasi di Bali

Senin, 16 Maret 2026 - 14:52 WIB

Pelindo Regional 2 Panjang Bagikan Santunan Anak Yatim dan Ribuan Paket Sembako di Ramadhan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 07:28 WIB

Diduga Bermasalah, Pengadaan Alat Laboratorium Rp400 Juta di Pemprov Lampung Disorot

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:53 WIB

SMK Muhammadiyah Way Sulan Gelar “Malam Puncak Ramadhan Bersama Mulan V”, Hadirkan Tokoh Muhammadiyah Lampung

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:31 WIB

Walikota Bandar Lampung Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Mapolresta

Berita Terbaru