Membuat Cangkang Ketupat, Tradisi yang Dirindukan Menjelang Lebaran

//Membuat Cangkang Ketupat, Tradisi yang Dirindukan Menjelang Lebaran

Membuat cangkang ketupat adalah tradisi khas yang masih dipelihara ketika menjelang lebaran di beberapa daerah. Ketupat dan Lebaran adalah dua hal yang nyaris tidak bisa dipisahkan. Ketupat adalah menu yang wajib ada pada hidangan lebaran yang biasa disantap dengan opor ayam atau gulai daging sapi. Lebaran sebentar lagi. Berbagai pesiapan pembuatan hidangan hari raya pun sudah mulai ramai dibicarakan. Ibu-ibu dan remaja putri mulai tenggelam dalam kesibukkan di dapur masing-masing membuat kue kering, berbagai penganan tradisional, tidak terkecuali membuat cangkang ketupat.

Cangkang ketupat yang biasa disebut dengan urung kupat (bahasa Sunda) adalah wadah ketupat yang terbuat dari janur (daun kelapa yang masih muda) dengan cara dianyam langsung di kedua telapak tangan.

Jika ibu-ibu di perkotaan bisa mendapatlan cangkang ketupat dengan mudah dari penjual di pasar, maka di pedesaan cangkang ketupat dibuat sendiri di masing-masing rumah. Janur diambil dari pohon kelapa langsung, lalu dianyam sendiri tanpa harus membeli ke pasar.

Tradisi membuat cangkang kupat ini masih terjaga di beberapa daerah. Terutama di pedesaan. Salah satunya di Panawangan, kabupaten Ciamis. Di Kecamatan Panawangan yang terkenal dengan Ketupat khasnya ini, sebagian besar penduduknya menguasai keterampilan menganyam cangkang ketupat. Keterampilan ini diwariskan turun temurun dari nenek moyang hingga ke generasi-generasi sekarang.

Di desa-desa kecamatan Panawangan, membuat cangkang ketupat adalah pemandangan yang akan ditemukan di teras-teras rumah penduduk dua hari atau satu hari menjelang hari lebaran tiba. Membuat cangkang ketupat ini biasanya dilakukan secara bersama-sama dengan tetangga. Ramai-ramai sambil menunggu berbuka puasa.

Sambil berbincang hangat dan berbagi canda tawa bersama sanak saudara dan tetangga, membuat poses pembuatan cangkang ketupat ini lebih berkesan. Aroma hari raya Idul Fitri pun akan semakin terasa dengan dibuatnya ketupat ini. Hal itulah yang semakin dirindukan para perantau kepada rumah dan kampung halamannya. Rsanya ingin segera pulang ke kampung halaman dan ikut terpibat dalam kesibukkan membuat cangkang ketupat.

Membuat cangkang kupat memerlukan keterampilan khusus yang tidak mudah dipelajari. Teknik menganyam di kedua telapak tangan sehingga menghasilkan sebuah wadah yang memiliki ruang kosong untuk diisi beras. Membuat cangkang ketupat memerlukan latihan yang lumayan serius. Hanya orang-orang yang sabar mempelajarinyalah yang akhirnya akan menjadi pembuat anyaman cangkang ketupat yang terampil.

Namun jika sudah mengauasainya kita bisa menganyam dengan cepat. Menganyam wadah/cangkang kupat pun menjadi sangat menyenangkan.

Ada dua bentuk anyaman ketupat yang biasa digunakan  sebagai hidangan hari raya Idul Fitri. Yaitu ketupat bersudut enam dan ketupat asli, yang memiliki bentuk geometri belah ketupat. Cara pembuatan kedua ketupat ini tidak jauh berbeda. Kaena itu, biasanya ketupat ini paling sering digunakan.

Selain kedua jenis ketupat tersebut, sebenarnya ada beberapa bengtuk ketupat lain. Di antaranya adalah ketupat cinta (bentuk ketupat menyerupai bentuk hati), ketupat bebek dan ketupat gatep (hanya menggunakan satu helai janur), ketupat sari dan ketupat geleng (berbentuk persegi panjang mirip seperti bentuk batu bata). Namun, bentuk-bentuk tersebut sudah sangat jarang digunakan. Selain bentuknya yang kuang menarik, ukurannya pun dinilai kurang pas. Ketupat segi enam dan ketupat asli ukurannya pas untuk satu posri makan normal orang dewasa. 

Cangkang yang sudah selesai dianyam kemudian diisi dengan beras yang sudah diberi garam. Jangan terlalu penuh, cukup sepertiganya saja. Setelah terisi, ketupat pun siap direbus sampai matang selama 2-3 jam perebusan biasa, dan 1-2 jam menggunakan panci presto.

Ketupat yang sudah matang, ditiriskan dan disimpan dengan cara digantung atau dibiarkan di tempat terbuka agar tidak lekas basi.

Itulah tradisi pembuatan cangkang ketupat yang selalu dirindukan ketika menjelang lebaran. Apakah Anda memiliki kerinduan yang sama?  

 

About the Author:

AUTHOR • WRITER • TRAINER • MOTIVATOR

Leave A Comment

Recent Works

About My Work

Phasellus non ante ac dui sagittis volutpat. Curabitur a quam nisl. Nam est elit, congue et quam id, laoreet consequat erat. Aenean porta placerat efficitur. Vestibulum et dictum massa, ac finibus turpis.

Recent Posts