Puisi

/Puisi

Kumpulan Puisi, Puisi Sedih, Puisi Bagus, Puisi Pendek, Puisi Cinta, Menulis Puisi

Pesan Dari Sang Anak Negri

Aku memang bukan pahlawan Namun tidak akan pernah rela jika negriku dihancurkan Dadaku menyimpan Garuda Hatiku menjungjung tingggi merah putih sang bendera   Aku bukanlah pejabat negara Tetapi dalam darahku mengalir murni darah Indonesia Aku tidak akan pernah rela Tanah airku dirusak oleh kepentingan pribadi semata   Wahai para petinggi negara Lihatlah kami sang anak

By |2019-05-27T09:42:59+07:00May 27th, 2019|Categories: Puisi|Tags: , , , , , , , |0 Comments

Indonesiaku Kini

IIndonesia, siangmu kini tak lagi sejuk Sepoi anginmu kini tak lagi menengangkan seperti dulu Nyanyian negri sedang sumbang Tak enak dinikmati pendengaran Indonesia, aku merindukan damaimu Sejuk udara, pun sejuk hati penduduknya Nyanyian indah terdengar merdu Jaya Indonesia dikenal di seluruh penjuru Indonesia aku mencintaimu Selaksa doa tak pernah putus bagimu Semoga damai segera kembali

By |2019-05-26T20:17:39+07:00May 26th, 2019|Categories: Puisi|Tags: , |0 Comments

Anak Kecil

Anak kecil pergi ke surau Dalam gelap langkahnya begitu mantap Tidak peduli isu hantu yang temannya buat Anak kecil berani, hatinya kuat Pergi sendiri tidaklah ragu Hantu itu tiada, seperti kata sang ibu Takutlah hanya kepada Allah Yang Maha Satu Anak kecil tegar, keyakinannya keras bagaikan batu Sampai di surau ia pun salat Dengan khusyuk

By |2019-05-17T20:34:18+07:00May 17th, 2019|Categories: Puisi|Tags: , , , |0 Comments

Orang Asing

orang asing datang padaku dengan seribu kebaikan kuabaikan tanpa perhatian waktu berganti, orang asing tetap saja baik hati   orang asing lantas kerap hadir mengisi hari perlahan ia berubah menjadi pencuri sekeping demi sekeping hatiku dibawanya pergi tanpa sadar, kini hatiku tak bersisa lagi   Panawangan, 5 Mei 2019

By |2019-05-05T22:47:07+07:00May 5th, 2019|Categories: Puisi|Tags: , , , |0 Comments

BOSAN

Bosan Oleh, Diantika IE Aku ingin pergi Ke tempat jauh dan aku lupa ke mana arah jalan pulang Menetap di sana, sebagai orang baru Suci dan dihormati Aku ingin mengasing Ke tempat yang tidak seorang pun tahu keberadaanku Agar telingaku tak perlu lagi mendengar Cemooh dan sumpah serapah Hingga sayat-sayat luka tidak lagi kurasa Aku

By |2018-08-29T10:40:14+07:00August 29th, 2018|Categories: Puisi|Tags: , , , |0 Comments

Luka

Jangan risau, walau seribu hunusan pisau Tubuhku tak akan runtuh meskipun tak lagi utuh Jangan khawatir, walau rasa perih getir Aku tetap kuat meski hati penuh sayat Jangan takut aku kalap Sebab aku punya jantung yang hebat Sejuta luka tergores di sana, tak akan lagi kurasa Karena sesungguhnya aku telah mati rasa Dicaci-maki sehabisnya pun

By |2018-03-19T06:38:22+07:00March 19th, 2018|Categories: Puisi|Tags: , , |0 Comments

Rapuh

  Duhai Rabb ku, izinkan aku bersimpuh Pagi ini aku benar-benar telah rapuh Hati tersayat ucap kata yang membuat aku jatuh Semangat hilang tubuh terasa lumpuh   Wahai Engkau Sang Penguasa hati manusia Luluhkanlah hati mereka yang tak henti-hentinya mencela Aku yang penuh hina dina ini bisa apa Selain meinta perlindungan pada-Mu pengauasa alam semesta

By |2018-03-14T03:24:05+07:00March 14th, 2018|Categories: Puisi|Tags: , |0 Comments

Lelaki Pencuri Hati

Engkau yang kukenal begitu bersahaja Manis senyummu mampu menjadi pengalih dunia Meski tak lagi di hadapan mata Bayangmu indah menari di kepala   Hatiku yang cuma satu telah kau curi Separuh demi separuh kau lucuti Entah sejak kapan tidak aku sadari Hatiku seluruh telah berhasil kau miliki Bandung, 07 Maret 2018

By |2018-03-07T03:12:58+07:00March 7th, 2018|Categories: Puisi|0 Comments

Kubuang Resahku

poto : koleksi pribadi Siapa bilang jika aku ini selalu bahagia? Aku sama saja dengan Kau Terkadang punya resah yang berlebih Miliki gundah sebanyak buih Tapi aku bukan pesulap yang bisa menghilangkan sesuatu secepat kilat Bahkan Kau mungkin bisa melihat Resahku akan selalu menggelayut di masam mukaku Gundahku tak bisa kusembunyikan di raut

By |2018-03-01T09:34:59+07:00March 1st, 2018|Categories: Puisi|Tags: |0 Comments

Hujan dan Sepotong Tahu

Pernah suatu ketika kita makan bersama Pada potongan waktu yang tidak biasa Gigil mencengkram tubuh kita Akibat hujan lebat tiada mereda   Dalam balutan baju yang basah Kau memanggil pelayan memesan hidangan Apa yang kita santap memang sederhana Namun bagiku lezat tiada tara   Ada sesuatu yang tak pernah bisa aku lupa Perihal bahasan makanan

By |2018-02-28T12:22:02+07:00February 28th, 2018|Categories: Puisi|Tags: , , , , |0 Comments

Recent Works

About My Work

Phasellus non ante ac dui sagittis volutpat. Curabitur a quam nisl. Nam est elit, congue et quam id, laoreet consequat erat. Aenean porta placerat efficitur. Vestibulum et dictum massa, ac finibus turpis.

Recent Posts