Cerpen

/Cerpen

Kumpulan Cerpen, Cerita Pendek, Cerita Singkat, Cerita Seru, Kisah Sedih, Kisah Cinta, Menulis Cerpen

Kau dan Jarak (2)

Siang hari di sebuah tampat makan. Tempat yang tidak terlalu ramai dikunjungi banyak orang ketika jam makan siang karena hanya menjual minuman, kopi dan camilan. Liana duduk di tempat pavoritnya, sebuah sudut di dekat jendela. Dari sana ia bebas memandang ke luar café, sekaligus tepat lurus kea rah meja kasier. Liana memesan jus dan kentang

By |2019-01-28T08:22:55+07:00January 28th, 2019|Categories: Cerpen|Tags: , , , , , |0 Comments

Antara Kau dan Jarak

“Liana, aku akan menemanimu sebisaku. Walaupun aku tahu posisiku kini belum sah bagimu. Aku akan tetap di sini untukmu.” Mata Lukas tajam menatap wajah Liana. Perempuan yang sangat dia cintai. Kalimat itu ia ucapkan dengan setulus hatinya. Entah sejak kapan cinta itu mulai tumbuh dan bersemi. Tanpa ia sadari, perasaannya kepada Liana sudah hampir memenuhi

By |2019-05-01T02:00:25+07:00January 25th, 2019|Categories: Cerpen|Tags: , , , , |0 Comments

Stop Bilang Gendut!

“Dik kok kamu gendutan ya!” Ganny memulai percakapan. Sejenak kemudian ia merasa benar-benar menyesal telah mengatakannya. Ia baru ingat, perempuan yang kini di hadapannya adalah perempuan yang paling tidak bisa diajak bercanda soal berat badan. So, rasanya ingin ia mengulang waktu dan menahan kalimat itu agar tidak meluncur begitu saja dari mulut isenngnya. Benar saja,

By |2019-05-28T20:54:41+07:00October 4th, 2018|Categories: Cerpen|Tags: , , , , |1 Comment

Empat Tahun yang Sia-sia

Empat tahun berlalu begitu saja. Waktu berganti begitu cepat, tanpa hasil yang memuaskan. Seperti yang dilalui oleh Lita, seorang perempuan yang memimpikan lelaki milik orang lain. Senja itu adalah petang yang buruk bagi Lita. Perasaannya terasa hancur lebur porakporanda. Hati dan logikanya tidak lagi selaras. Satu sisi, hatinya terasa begitu sakit, tapi sisi lain di

By |2019-05-27T12:32:06+07:00October 3rd, 2018|Categories: Cerpen|Tags: , , , , , , , , |0 Comments

Burung Hantu Pembalas Dendam

Burung Hantu bertengger di dahan pohon. Matanya tajam mengawasi seseorang. Malam itu perkampungan hening, tiada seorang pun berkeliaran di luar. Kecuali seorang anak yang tampak begitu ketakutan. “Maaaak … Maaak …” Teriak Yaya di depan pintu rumah yang masih terkunci rapat. Entah sudah berapa kali ia menggedor-gedornya, tetapi emak tidak juga membukakan kunci dari dalam.

By |2019-05-27T12:18:07+07:00June 12th, 2018|Categories: Cerpen|Tags: , , |2 Comments

Morning Sickness

Morning sickness menyiksaku dan membuat masalah semakin terasa berat. Seperti kala itu, gara-gara rasa mual yang menajdi-jadi aku menjadi bertengkar hebat dengan suamiku. Brak! Suara daun pintu terbanting keras. Anne duduk di sisian ranjang. Kedua tangannya menutupi muka. Bahunya berguncang keras, tangisnya meledak tidak tertahankan. Yuda mencoba mengetuk pintu kamar yang sudah dikunci rapat oleh

By |2019-05-28T21:30:00+07:00June 10th, 2018|Categories: Cerpen|Tags: , , , , , , , |0 Comments

Bukan Hanya Sebatas Harap 2

Profesor Djiwan menutup perkuliahan dengan ucapan salam, dijawab serempak oleh semua mahasiswa yang hadir. Jam perkuliahan hari pertama berjalan sangat lambat. Kecuali ketika jam kuliah itu digunakan untuk perkenalan tadi. Sosok Iyan cukup menghibur semua mahasiswa baru di kelas itu. Nomor teleponnya sudah dicatat oleh Yumna, langsung disalin ke dalam daftar kontak ponselnya. Siapa tahu

By |2018-03-19T13:12:24+07:00March 19th, 2018|Categories: Cerpen|Tags: , , |0 Comments

Bukan Hanya Sebatas Harap

Brak! Yumna terjatuh di tangga. Tubuhnya lumayan sakit. Akan tetapi bukan itu yang kini lebih membebaninya. Perasaan malu yang menjalar di darahnya kini lebih menguasai. Dia tahu, pasti pipinya sudah memerah sejak tadi. Beberapa mahasiswa yang sedang berkumpul di lantai dua gedung perkuliahan tidak melepaskannya dari tatapan mata. Senyum sinis dan tawa lebar tersebar di

By |2018-02-20T07:24:45+07:00February 20th, 2018|Categories: Cerpen|Tags: , , |2 Comments

Andai Setiap Datang Hujan Bersama Kamu

Menangis lagi gara-gara dia? Oh, ini kesekian ratus kali aku menangisinya. Sebetulnya aku tidak ingin melakukan ini, sama sekali tidak. Namun hati ini benar-benar tak mau diajak kompromi. Setiap kali mengingatnya, setiap kali itupula kesedihan muncul dan air mata mengalir deras. Setiap kali itu juga aku tak pernah berhenti berusaha untuk menyelaraskan hati dengan logika.

By |2017-12-21T05:15:17+07:00December 21st, 2017|Categories: Cerpen|Tags: , , , , , , |0 Comments

Kini Aku Bahagia Tiada Lagi Muram di Hatiku

Kini aku bahagia. Muram tak lagi singgah. Semua itu karena Farid. Seseorang yang selalu bisa membuat hidupku berwana wani meskipun selalu penuh drama dan haru biru. Aku rasa hari ini matahari terlalu terik. Badanku berkeringat, baju yang aku kenakan basah di bagian punggung. Tanganku meraih botol minuman yang disediakan mas Farid di mobil. Dia sengaja

By |2019-05-30T11:27:22+07:00December 21st, 2017|Categories: Cerpen|Tags: , , , , , |0 Comments

Recent Works

About My Work

Phasellus non ante ac dui sagittis volutpat. Curabitur a quam nisl. Nam est elit, congue et quam id, laoreet consequat erat. Aenean porta placerat efficitur. Vestibulum et dictum massa, ac finibus turpis.

Recent Posts